Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP MotoGP Francesco Bagnaia resmi memperpanjang kontraknya selama dua tahun sampai dengan 2026 bersama timnya, Ducati Corse.
Pengumuman itu disampaikan langsung tim Ducati Corse melalui media sosial resmi Twitter, Senin (4/3), beberapa hari jelang MotoGP musim ini dimulai di Sirkuit Lusail, Qatar, akhir pekan mendatang.
Lahir di Turin pada 1997, Bagnaia bergabung dengan Ducati bersama Pramac Racing pada 2019.
Baca juga : Bagnaia dan Martin Lolos ke Putaran Kedua Kualifikasi GP Qatar
Dengan perpanjangan kontraknya saat ini, ia semakin memantapkan posisinya dalam sejarah pabrikan Borgo Panigale itu dengan menjadi pembalap kedua yang dikaitkan dengan Ducati selama total delapan tahun.
"Kami sangat senang mengumumkan bahwa @DucatiCorse dan @PeccoBagnaia akan bekerja sama untuk dua musim berikutnya!" tulis Ducati Corse di akun media sosial mereka, dikutip Senin (4/3).
"Juara Dunia @MotoGP dua kali bersama #DucatiLenovoTeam akan terus mengendarai pabrikan #DesmosediciGP pada 2025 dan 2026!," tambah pernyataan tersebut.
Baca juga : Ducati Mendominasi Uji Coba Pramusim MotoGP di Qatar
Setelah pengumuman pembaruan kontraknya itu, Bagnaia, melalui laman resmi MotoGP, langsung mengungkapkan kebahagiaannya.
Pembalap berusia 27 tahun yang sudah memenangkan MotoGP dua musim berturut-turut pada 2022 dan 2023 itu mengatakan perpanjangan kontraknya ini adalah karena kariernya bersama Ducati Corse berjalan sangat indah dan luar biasa.
"Saya sangat senang bisa terus membalap dengan tim impian saya! Mengenakan warna-warna ini adalah suatu kehormatan bagi saya. Fantastis dan menjadi sumber kebanggaan," kata Bagnaia.
Baca juga : Francesco Bagnaia Fokus Pengembangan Teknis di Tes Pramusim MotoGP
"Bersama Ducati, tim saya, dan semua orang di Ducati Corse, kami telah mencapai hal-hal luar biasa. Dalam tiga tahun (termasuk 2024) ke depan, kami akan terus memberikan yang terbaik untuk mencapai kesuksesan sebanyak mungkin."
"Saya sangat gembira dan siap untuk mencapai trek di Qatar untuk balapan pertama tahun ini," lanjutnya.
Sementara itu, CEO Ducati Motor Holding Claudio Domenicali menilai perpanjangan kerja sama dengan pembalap yang akrab disapa Pecco itu adalah karena sang pembalap sangat sempurna untuk Ducati.
Baca juga : Francesco Bagnaia Tercepat di Hari Ketiga Tes MotoGP Sirkuit Sepang
"Pecco benar-benar pembalap yang sempurna untuk Ducati. Dia mewakili nilai-nilai terbaik kami: gaya, keanggunan, dan performa. Dia tidak hanya cepat, tekun, dan ulet di trek, tapi dia juga menonjol karena keanggunan dan pendidikannya di luar lintasan," katanya.
"Kami sangat senang Bagnaia bersama kami lagi pada 2025 dan 2026. Bersama-sama, kami telah menulis halaman penting dalam sejarah sepeda motor: Pecco adalah pembalap Italia pertama yang memenangkan gelar Juara Dunia di MotoGP dengan motor Italia, Desmosedici GP kami. Bersama-sama, kami membawa kembali gelar juara dunia pembalap yang telah hilang selama 15 tahun, dan kami melakukannya lagi tahun lalu," timpal manajer umum Ducati Corse Luigi Dall'Igna.
Jelang MotoGP 2024, Bagnaia tampil apik di ofisial tes. Dari tiga tes yang digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Sirkuit Sepang, Malaysia, dan Sirkuit Lusail, Qatar, Bagnaia menjadi yang tercepat di tiga sesi terakhir.
Ia menjadi yang tercepat di FP3 Sirkuit Sepang dengan 1:56.682 dan menjadi yang tercepat dari dua tes di Sirkuit Lusail dengan catatan waktu 1:52.040 di FP1 dan 1:50.952 di FP2. (Ant/Z-1)
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved