Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JUARA dunia MotoGP Francesco Bagnaia melontarkan peringatan kepada para pembalap lainnya bahwa dia dan Ducati adalah kandidat juara pada musim 2024 setelah dia mendominasi uji coba pramusim di Qatar.
Di Sirkuit Lusail, yang akan menggelar balapan pembuka MotoGP 2024 dalam tempo dua pekan, pembalap Italia berusia 27 tahun itu mengulangi performa apik yang ditunjukkannya di Sepang, Malaysia, 10 hari lalu.
Setelah mengawali balapan di kondisi berangin, Bagnaia mengalahkan rekan satu timnya, Enea Bastianini, dengan selisih 0,12 detik kala mencoba mesin baru motor mereka.
Baca juga : Bagnaia Minta Ducati Terus Sempurnakan Motornya
Bagnaia unggul 0,308 detik dari pembalap Aprilia Aleix Espargaro yang finis ketiga.
Adapun mantan juara MotoGP Mark Marquez, yang musim ini membalap untuk Gresini, berada di posisi keempat, terpaut 0,383 dari Bagnaia.
Balapan pembuka MotoGP akan digelar di Sirkuit Lusail pada 10 Maret dengan 21 balapan akan digelar di musim 2024.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved