Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS putra Serbia Novak Djokovic mengalahkan Holger Rune 7-6 (7/4), 6-7 (1/7), dan 6-3 di babak grup Final ATP 2023 yang berlangsung di Italia, Minggu (12/11) waktu setempat.
Hasil tersebut membuat Djokovic untuk kedelapan kalinya menutup musim sebagai petenis nomor satu dunia karena poinnya sekarang tidak akan dapat dilampaui oleh siapapun. Dia tetap akan menjadi petenis nomor wahid meski tidak menjuarai Final ATP dan bahkan walau petenis Spanyol Carlos Alcaraz menjuarai ajang tersebut.
Selain itu, kemenangan atas Rune yang merupakan petenis berusia 20 tahun dari Denmark, juga membuat Djokovic belum terkalahkan dalam 19 laga terakhir yang dia jalani.
Titel petenis terbaik dunia melengkapi rekor gelar grand slam terbanyak yang didapat Djokovic tahun ini.
Kini, Djokovic memburu trofi ketujuh dari Final ATP. Djokovic saat ini telah mengoleksi 6 trofi dari ajang tersebut sama seperti Roger Federer. Trofi pertama dari Final ATP didapat Djokovic pada 2008, lalu empat tahun berturut-turut sejak 2012, dan yang keenam diraih tahun lalu.
Baca juga:
> Djokovic Satu Grup dengan Sinner, Tsitsipas, dan Rune di ATP Finals
> Djokovic Singkirkan Rublev dari Paris Masters
Seusai menang atas Rune, Djokovic mengatkan bahwa menutup musim dengan menjadi petenis nomor satu dunia sangat berarti untuknya.
"Saya sangat ingin menang di pertandingan ini (melawan Rune) dan melepaskan masalah yang ada. Target besar sekarang telah tercapai, lainnya yang didapat adalah bonus," kata Djokovic.
Soal pertandingan melawan Rune, Djokovic yang tahun ini berusia 36 tahun, mengatakan dirinya menemukan cara untuk menang. "Dia (Rune) main dengan baik, sangat berani," kata Djokovic yang berbicara dengan bahasa Italia.
"Jika saya ingin menang terus melawan para petenis muda, saya harus bekerja dengan lebih keras lagi," tutup dia. (AFP/Z-6)
JANNIK Sinner menutup musim 2025 yang penuh gejolak dengan cara paling manis. Di hadapan publik Turin, Senin (17/11) WIB, petenis Italia itu mempertahankan gelar ATP Finals.
“Saya tidak pernah meremehkan lawan-lawan saya. Saya punya banyak hal untuk dipertaruhkan dan dia tidak, jadi saya harus berhati hati,”
Petenis Kanada Felix Auger-Aliassime melaju ke semifinal ATP Finals melawan petenis nomor satu dunia Carlos Alcaraz setelah mengalahkan petenis Jerman Alexander Zverev.
Jannik Sinner mengalahkan Ben Shelton 6-3 dan 7-6 (3), untuk mempertahankan catatan sempurnanya di ATP Finals.
Kemenangan itu menutup catatan sempurna Alcaraz 3-0 di Grup Jimmy Connors ATP Finals.
Alex de Minaur mempertahankan asa lolos ke semifinal ATP Finals dan kemudian mengakhiri mimpi Taylor Fritz di Turin, saat ia meraih kemenangan 7-6 (3) dan 6-3 di ATP Finals.
Dua bintang besar jagat tenis, Alexander Zverev dan Carlos Alcaraz, dipastikan mundur dari kompetisi kategori ATP 500 yang akan berlangsung di Rotterdam, Belanda.
Djokovic terakhir kali manjurai Grand Slam dalam US Open 2023
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi momen pahit karena untuk pertama kalinya ia takluk di final Melbourne setelah 10 kali selalu menang.
Rod Laver Arena akan menjadi ruang sidang sejarah pada Minggu (1/2). Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz tidak sekadar memperebutkan trofi Australia Terbuka
Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
Carlos Alcaraz mengamankan tiket perempat final Australia Open 2026 setelah menyudahi perlawanan sengit wakil Amerika Serikat, Tommy Paul, dalam laga tiga set langsung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved