Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Musim Luar Biasa Jannik Sinner: Empat Final Grand Slam, Gelar ATP Finals

Dhika Kusuma Winata
17/11/2025 17:45
Musim Luar Biasa Jannik Sinner: Empat Final Grand Slam, Gelar ATP Finals
Petenis Jannik Sinner.(Dok. Instagram Jannik Sinner)

JANNIK Sinner menutup musim 2025 yang penuh gejolak dengan cara paling manis. Di hadapan publik Turin, Senin (17/11) WIB, petenis Italia itu mempertahankan gelar ATP Finals usai menaklukkan Carlos Alcaraz dua set langsung, 7-6 (7/4), 7-5. 

Kemenangan ini menjadi penegasan 2025 menjadi musim terpenting dalam kariernya. Dia selalu lolos final empat grand slam tahun ini dengan dua gelar dan kini sukses mempertahankan titel ATP Finals.

“Ini musim yang luar biasa. Tahun ini saya masuk empat final Grand Slam, datang ke sini, menang lagi, dan punya rentetan kemenangan besar di akhir musim. Luar biasa,” ujar Sinner.

Petenis berusia 24 tahun itu menyelesaikan perjalanan tahun ini penuh drama, termasuk ketika terkena hukuman larangan bertanding tiga bulan akibat kontaminasi zat clostebol yang kemudian dinyatakan tidak bersalah oleh Badan Anti-Doping Dunia.

Sinner menegaskan yang paling berharga bukan trofi semata, melainkan perkembangan dirinya sendiri.

“Yang paling penting, saya merasa menjadi pemain yang lebih baik dibanding tahun lalu. Saya selalu bilang, kalau terus bekerja dan ingin menjadi lebih baik, hasilnya akan datang. Tahun ini buktinya seperti itu," ucapnya.

Didukung sorakan riuh pendukung tuan rumah, Sinner tampil tenang dan tajam mengandaskan Alcaraz.  Begitu memenangi poin terakhir, Sinner jatuh terduduk, campuran lega dan bahagia.

Tak hanya karena mengakhiri musim dengan trofi, tetapi juga karena menuntaskan beban mental sepanjang tahun.

“Ada banyak hal yang saya pikirkan, tapi di saat bersamaan tidak banyak. Tekanannya besar. Kalau saya kalah poin itu, kami masuk tie-break dan pertandingan bisa berubah,” katanya.

Kemenangan atas Alcaraz kali ini menjadi yang kedua sepanjang tahun sekaligus balasan manis setelah kehilangan posisi petenis nomor satu dunia pada akhir musim.

Sementara itu, Alcaraz, meski menutup tahun dengan posisi peringkat satu dunia tetap frustrasi dengan peluang yang terbuang di ATP Finals. Dia musim ini juga mengemas dua grand slam.

“Sekarang yang terlintas di kepala saya adalah beberapa poin dan pukulan yang saya lewatkan. Misalnya, volley backhand yang saya gagal lakukan. Saya melewatkan beberapa volley backhand dan saya benar-benar kecewa,” kata Alcaraz.

“Menurut saya itu kuncinya, karena itu momen penting dan saya tidak menyelesaikan poin. Itu pukulan yang sangat penting dan hari ini saya tidak melakukannya dengan baik," ucap petenis Spanyol itu. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya