Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Gresini Racing Alex Marquez memenangi sesi sprint MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, Sabtu (11/11). Jorge Martin (Pramac Racing) keluar sebagai runner up mengungguli Francesco Bagnaia (Ducati) di posisi tiga.
Hasil itu membuat Martin memangkas jarak di klasemen dengan Bagnaia menjadi 11 poin jelang sesi balapan utama yang digelar Minggu (12/11).
Alex Marquez finis hampir 1,6 detik di depan Martin. Bagi Bagnaia hasil itu mengecewakan karena dia start dari posisi terdepan memimpin setengah balapan sebelum akhirnya tergelincir ke posisi ketiga.
Baca juga: Marc Marquez Bantah Membalap tanpa Gaji di Gresini Racing
"Kami melakukan balapan maksimal tetapi itu tidak cukup untuk menang. Balapan ini akan membantu kami memahami sesuatu untuk hari esok. Perasaanku bukan yang terbaik, tentu saja," ujar Bagnaia.
Pembalap Italia itu memecahkan rekor putaran di Sepang pada kualifikasi untuk merebut posisi start terdepan. Bagnaia melakukan awal yang baik untuk mempertahankan keunggulannya di tikungan pertama.
Baca juga: Pecahkan Rekor Lap Tercepat GP Malaysia, Bagnaia Rebut Posisi Pole
Martin, juga mengendarai Ducati, merosot ke posisi keempat sejak awal. Namun dia mampu memulihkan posisi dan kemudian melawan Alex Marquez.
Marquez yang start dari posisi keempat mengalahkan Martin dan kemudian memanfaatkan momentum untuk merebut posisi pertama dari Bagnaia dengan lima lap tersisa. Martin juga sukses melewati Bagnaia untuk merebut posisi kedua.
"Hari ini saya sedang menjalankan misi. Saya melakukan segalanya dengan sempurna," kata Alex Marquez.
Rekan setim Bagnaia, Enea Bastianini, finis di urutan keempat. Sementara itu, Marc Marquez mengalami balapan buruk menyelesaikan kualifikasi di posisi ke-20 dan finis urutan ke-21 pada sprint. (AFP/Z-7)
Pembalap Ducati Marc Marquez membuat prediksi mengejutkan terkait dengan susunan pembalap MotoGP 2027.
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Performa Bagnaia sepanjang musim 2025 yang naik turun membuat posisinya di tim pabrikan Borgo Panigale mulai disorot.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved