Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEBULU tangkis spesialis ganda putri Apriyani Rahayu mengatakan masalah bahu kanan yang membuat langkahnya terhenti di semifinal BWF World Tour Super 300 Swiss Terbuka 2023 bersama Siti Fadia Silva Ramadhanti sudah terasa sejak putaran pertama.
"Sebenarnya cedera ini timbul dan hilang. Terasa tapi terus hilang. Saya seperti tidak merasa sakit, tetapi kemudian sakit lagi. Pada saat bermain pertama di Swiss, mulai terasa lagi," kata Apriyani dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (26/3).
Apriyani/Fadia mengawali kiprah di Swiss Terbuka 2023 di St Jakobshalle, Basel, Rabu (22/3) dengan mengalahkan wakil India Treesa Jolly/Gayatri Gopichand dengan skor 21-14 dan 21-14.
Baca juga: Apriyani/Fadia Mundur di Semifinal Swiss Terbuka 2023
Satu hari kemudian, di putaran kedua, unggulan kedua di Swiss Terbuka 2023 itu mengalahkan ganda putri Thailand Supissara Pawsampran/Puttita Supajirakul dengan skor 21-17 dan 21-13.
"Saat lawan Thailand, (cedera bahu) sudah mulai terasa lagi," ujar Apriyani.
Lalu, pada perempat final, Jumat (24/3), Apriyani/Fadia berhasil melewati hadangan pasangan Tiongkok Li Yijing/Luo Xumin dengan 22-20 dan 21-16.
Baca juga: Apri/Siti Pastikan Tempat di Semifinal Swiss Terbuka 2023
Di semifinal, mereka akhirnya menyerah karena Apriyani tidak kuasa menahan sakit pada bahu kanan saat melawan pasangan asal Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota yang berakhir dengan skor 17-21 dan 10-16.
"Kemarin malam, bahu saya seperti ngilu sekali. Saya hari ini (semifinal) tetap memaksakan main dengan menahan rasa sakit saja," kata Apriyani.
Apriyani tidak ingin memaksakan dan lebih memilih mundur di babak empat besar Swiss Terbuka 2023 demi melanjutkan karier ke depan.
Dia juga telah lebih dulu berdiskusi dengan pelatih dan Fadia sebelum akhirnya mengambil keputusan tersebut.
"Cedera bahu kanan ini pasti sangat mengganggu. Kalau tidak mengganggu pasti saya tidak akan retired. Namanya atlet pasti ada namanya cedera. Saya hanya berpikiran untuk ke depan. Daripada maksa tapi malah makin berat cederanya," kata Apriyani.
"Saya juga sudah diskusi dengan Fadia dan pelatih. Jadi saya lebih baik mundur agar cederanya tidak makin parah. Minta doanya saja supaya saya bisa balik main lagi," lanjutnya.
Dengan keputusan Apriyani/Fadia, Indonesia pada sektor ganda putri dipastikan pulang tanpa gelar. Tahun lalu, pasangan ini juga absen di Swiss Terbuka 2022. (Ant/Z-1)
Casper Ruud mengalahkan petenis wildcard Swiss Dominic Stricker dengan skor 7-5 dan 7-6 (6) untuk melaju ke perempat final Swiss Terbuka.
Di laga final Swiss Terbuka, Fikri/Daniel harus mengakui keunggulan pasangan Thailand Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh 15-21, 21-18, dan 14-21.
GANDA putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin kalah di partai final Swiss Terbuka 2025.
GANDA putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin kalah di partai final Swiss Terbuka 2025.
GANDA putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin berhasil tembus babak final Swiss Terbuka 2025.
LANGKAH pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani dan ganda putri Amallia CahayaPratiwi/Febriana Dwipuji Kusuma harus terhenti di babak semifinal Swiss Terbuka 2025.
Bertanding di hadapan publik Istora Senayan, Jakarta, Selasa (20/1), pasangan kombinasi baru ini menang dengan skor meyakinkan 21-14 dan 21-13.
Keputusan ini diambilPBSIĀ lantaran performa kedua pasangan ganda putri tersebut dinilai stagnan dan tidak memenuhi target yang ditetapkan oleh tim pelatih.
Rachel/Febi memenangi duel sesama wakil Merah Putih melawan Apri/Fadia dengan skor 21-10 dan 21-19 di perempat final Australia Terbuka.
Apriyani/Fadia memastikan tiket putaran kedua Kumamoto Masters setelah menang mudah 21-12 dan 21-18 atas ganda putri Jepang Sayaka Hirota/Haruna Konishi.
Apri/Fadia menang 21-11 dan 21-17 atas Isyana/Rinjani di laga final Indonesia Masters II di GOR PBSI Sumatra Utara, Medan, Minggu (26/10).
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine melaju ke babak semifinal Indonesia Masters II.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved