Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA putra Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri mengakui sempat kehilangan fokus saat menghadapi ganda Korea Selatan (Korsel), Kim Gi Jung/Kim Sa Rang pada pertandingan pertama All England, meski akhirnya mampu meraih kemenangan.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Selasa (14/3), pasangan juara bertahan itu menundukkan ganda putra veteran Kim Gi Jung/Kim Sa Rang melalui rubber game dengan skor 21-15, 13-21, dan 21-16 sehingga berhak lolos ke putaran kedua.
"Di gim pertama, kami cukup baik mainnya. Tapi, di gim kedua, kami kehilangan fokus dan lawan juga mengubah pola permainan," kata Bagas lewat keterangan resmi PP PBSI.
Baca juga: Bagas/Fikri Lewati Rintangan Pertama Pertahankan Gelar di All England
Di gim kedua, pasangan berjuluk BakRi itu banyak melakukan kesalahan sendiri yang memaksa mereka kehilangan satu gim.
"Di gim kedua, lawan sudah antisipasi permainan kami lalu mereka mengubah pola permainan. Kami sebenarnya saat interval sudah diberitahu oleh pelatih bahwa lawan mengubah permainan, jadi kesalahan sendirinya harus dikurangi," ungkap Fikri.
Masuk gim ketiga, Bagas/Fikri memulai dengan tertinggal 0-3 tapi secara perlahan mereka mampu bangkit dan akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 21-16.
Baca juga: Jelang Tampil di All England, Gregoria Dapat Masukan dari Pelatih
"Di gim ketiga, kami mencoba untuk berjuang lagi, mengubah pola permainan juga untuk mengimbangi mereka. Kami juga lebih tenang dan yakin sama pukulan-pukulan diri sendiri," ungkap Bagas.
Berstatus sebagai juara bertahan, Bagas/Fikri mengaku tidak ingin terbebani karena hal itu sudah lewat. Sekarang mereka ingin fokus satu demi satu pertandingan saja.
"Yang sudah lewat biarkan berlalu saja, kami fokus saja satu demi satu. Tidak usah buru-buru memikirkan hari esok, kami jalani hari ini saja dulu," tegas Fikri.
Di babak 16 besar turnamen berkategori BWF Super 1000 itu, Bagas/Fikri akan melawan pemenang antara wakil Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dan Lee Yang/Wang Chi-Lin dari Taiwan. (Ant/Z-1)
Catatan terbaik Indonesia di All England dibukukan oleh pasangan ganda putra muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang mencapai babak semifinal.
Mereka menilai kekalahan tersebut menjadi pengalaman penting bagi mereka yang baru pertama kali tampil di turnamen Super 1000.
Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin membuat kejutan pada All England 2026 dengan menembus babak semifinal.
Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, berhasil mengamankan tiket perempat final All England 2026 setelah memenangi laga derbi kontra rekan senegara
Pasangan ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari berhasil melaju ke babak 16 besar All England 2026
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan memastikan langkah ke babak 16 besar All England 2026 setelah meraih kemenangan dramatis atas wakil India Ayush Shetty pada babak 32 besar.
“Saya sangat bangga dan sangat lelah. Tahun 2023 saya sungguh luar biasa. Tahun ini juga diwarnai dengan kekecewaan besar,” ungkap Axelsen.
INDONESIA menempatkan satu wakilnya di babak final Singapore Open 2023 lewat Anthony Sinisuka Ginting yang akan menghadapi Anders Antonsen, wakil dari Denmark.
PEBULU tangkis Indonesia, Chico Aura Dwi Wardoyo, dipulangkan ke Jakarta dari turnamen Swiss Terbuka 2023 usai mengalami cedera pergelangan kaki kiri.
GELAR di sektor ganda putra All England kembali menjadi milik Indonesia usai pasangan Merah Putih, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, tampil sebagai juara.
PASANGAN ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mencetak sejarah dengan menjuarai turnamen BWF Super 1000 All England untuk pertama kalinya
PEBULU tangkis tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung mengambil sisi positif dari kekalahannya pada babak perempat final All England 2023.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved