Sabtu 16 Juli 2022, 17:27 WIB

Sejumlah Cabor Unggulan Indonesia Tak Masuk SEA Games 2023 di Kamboja 

 Rifaldi Putra Irianto | Olahraga
Sejumlah Cabor Unggulan Indonesia Tak Masuk SEA Games 2023 di Kamboja 

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Tim panah Indonesia meraih emas dalam nomor Recurve Beregu Putra Panahan SEA Games 2021. Cabang panahan belum masuk daftar SEA Games 2023.

 

KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) merilis 39 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di SEA Games 2023 Kamboja, pada 5-17 Mei mendatang.

Hasil itu di dapat berdasarkan hasil SEAGF Meeting yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja pada 10-13 Juli lalu.

Dari ke-39 cabor yang dirilis, sayangnya cabor unggulan Indonesia seperti panahan, menembak, rowing hingga Kano tidak masuk dalam daftar cabor yang akan di pertandingkan.

Padahal pada gelaran SEA Games 2021 Vietnam keempat cabor tersebut berhasil menjadi lumbung medali untuk Indonesia.

Tercatat Indonesia berhasil menjadi juara umum dalam pertandingan panahan dan menembak di SEA Games Vietnam, dari panahan.

Riau Ega Agatha dan rekan sukses menyumbangkan 5 emas dan 1 perak. Sementara untuk cabor menembak, Anang Yulianto dkk sukses mengoleksi 8 emas, 6 perak dan 2 perunggu.

Di cabor rowing, Indonesia sukses mengumpulkan 8 emas dan 6 perak, sedangkan di cabor Kano Indonesia berhasil mempersembahkan 6 medali emas, 8 perak dan 3 perunggu.

Berbicara terkait tidak masuknya sejumlah cabor andalan Indonesia ke dalam daftar 39 cabor yang akan dipertandingkan di SEA Games 2023 Kamboja,

Sekretaris Jenderal KOI Ferry Kono mengatakan, cabor pertandingan masih berpotensi bertambah mengingat ada beberapa cabor yang masuk dalam pertimbangan dan baru akan diputuskan di SEAGF Meeting pada September 2022.

"Keputusan ini potensial bisa bertambah karena ada beberapa cabang olahraga yang masih dalam pertimbangan, seperti panahan, menembak, dan kurash," ucap Ferry dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (16/7).

Baca juga: SEA Games Vietnam Jadi Fondasi Sistem Seleksi Masa Depan

"Ini karena Kamboja tidak memiliki atlet, peralatan, dan bahkan federasi nasional sehingga beberapa Nastional Olympic Committee (NOC) berkomitmen untuk membantu tuan rumah," ucap Ferry dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (16/7).

Kata Ferry, NOC Filipina, salah satu yang berkomitmen untuk memberikan bantuan pelatihan hingga peralatan untuk ketiga cabor tersebut.

Namun, tuan rumah masih menunggu realisasi bantuan yang ditawarkan, sehingga tambahan cabor baru bisa diputuskan September.

"Terkait usulan rowing dan kano belum ada hasilnya karena tuan rumah memiliki spesialisasi tradisional dragon boat. Kami anggota SEAGF juga tidak bisa banyak memaksa karena Kamboja juga banyak memainkan nomor yang bukan unggulan mereka," ucapnya.

"Tapi, kami tetap akan berusaha memperjuangkannya dan semoga dapat diputuskan September mendatang," terang Ferry.

Lebih lanjut Ferry menyatakan, KOI sebelumnya telah memperjuangkan pencak silat agar bisa dipertandingkan di SEA Games edisi ke-32 nanti.

NOC Indonesia berkomunikasi dengan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI) untuk dapat membantu Kamboja, sehingga setelah semua bantuan dipastikan tuan rumah pun akhirnya memutuskan mempertandingkannya.

"Kami memperjuangkan pencak silat, dan akhirnya disetujui. Bahkan kemungkinan akan ada 22 nomor yang dipertandingkan di SEA Games mendatang," jelasnya.

"Begitu juga cabor yang kami usulkan sebelumnya, yaitu polo air, wushu, dan jetski juga telah dipastikan akan dipertandingkan," kata Ferry.

Di sisi lain, Ferry menilai, Kamboja memiliki concern penuh terhadap penyelenggaraan SEA Games.

Sebagai informasi, Kamboja sejatinya pernah ditunjuk untuk menjadi tuan rumah SEA Games 1963, tetapi terpaksa dibatalkan karena situasi politik internal yang terjadi di negara mereka.

"Saya melihat, Kamboja lebih serius dibandingkan Vietnam. Mereka bahkan menyiapkan dan membangun venue serta athlete village yang terpusat di Phnom Penh untuk SEA Games," kata Ferry.

"Perdana Menteri Kamboja Hun Sen bahkan datang langsung dalam pembukaan SEAGF Meeting, ini juga menjadi bukti bahwa mereka sangat concern. Bahkan mereka juga merekrut tenaga profesional, dari OCA (Dewan Olimpiade Asia) untuk membantu mereka," tukasnya. (Rif/KOI/OL-09)

Baca Juga

AFP/Minas Panagiotakis/Getty Images

Hurkacz Kalahkan Ruud di Semifinal Montreal Masters

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 09:20 WIB
Unggulan kedelapan asal Polandia itu membutuhkan waktu dua jam untk mengalahkan lawannya asal Norwegia, yang sebelumnya hanya kehilangan...
AFP/Vaughn Ridley/Getty Images

Haddad Maia akan Hadapi Halep di Final Toronto Masters

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 08:56 WIB
Haddad Maia melaju ke final setelah mengalahkan finalis 2021 Karolina Pliskova 6-4 dan 7-6 (9/7) di laga semifinal, Sabtu...
ANTARA/Aditya Pradana Putra

Dilantik Jadi PNS, Ni Nengah Widiasih Berterima Kasih pada Presiden

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 07:00 WIB
Meski sudah dilantik menjadi PNS, atlet kelahiran Karangasem, Bali ini bertekad masih tetap menjadi atlet, untuk mengejar mimpi-mimpinya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya