Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PEBULUTANGKIS tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengakhir puasa gelarnya selama hampir tiga tahun di level individu, memetik kemenangan atas wakil India Prannoy H S di babak final Swiss Terbuka 2022, Jojo -sapaan akrab Jonatan- sukses mengangkat trofi Swiss Terbuka pada Minggu (27/3) malam WIB.
Ini menjadi trofi pertama bagi Jojo di level Individu sejak 2019 silam, tepatnya pada 5 Mei 2019. Saat itu dia merebut gelar juara di New Zealand Terbuka 2019, setelah menekuk wakil Hong Kong Ng Ka Long Angus.
Dalam aksinya di di St Jakobshalle, Basel, Swiss, Jojo tampil luar biasa, pebulu tangkis unggulan keempat itu beradu kuat selama 48 menit dengan Prannoy demi merebut kemenangan dua set langsung dengan skor akhir 21-12 dan 21-18.
Kemenangan itu menjadi kemenangan kelima kalinya bagi Jojo atas Prannoy, dalam pertemuan kedelapan mereka. Pada dua pertemuan terakhir di tahun 2021, kedua pebulu tangkis itu masing-masing memegang kemenangan.
Baca juga : Jojo tidak Menyangka Bisa ke Final Swiss Terbuka
Prannoy terlebih dahulu merebut kemenangan atas Jojo di Thailand Terbuka pada Januari 2021 lalu dengan skor akhir 18-21, 21-16 dan 23-21. Berselang sembilan bulan kemudian Jojo berhasil revans di Denmark Terbuka 2021 dengan kemenangan 21-18 dan 21-19.
Perjalanan Jojo di turnamen Super 300 ini berjalan penuh perjuangan. Bagaimana tidak, pria berusia 24 tahun ini menyelesaikan tiga laga beruntun dengan pertarungan rubber game yang menguras tenaga.
Sebelumnya, di 16 besar, Jojo membungkam wakil Malaysia Ng Tze Yong dengan skor 18-21, 21-13, dan 21-12. Lalu, di perempatfinal, dia menang atas Toma Junior Popov dari Prancis dengan skor 21-18, 16-21, dan 24-22.
Di Semifinal Jojo harus kembali berjuang keras menghadapi unggulan ketujuh dari India Kidambi Srikanth, untuk merebut kemenangan 18-21, 21-7 dan 21-13. (OL-7)
Di final Swiss Terbuka, Putri Kusuma Wardani harus mengakui keunggulan Supanida Katethong dalam permainan dua gim langsung dengan skor 11-21 dan 15-21.
Tunggal putra bulu tangkis Indonesia Alwi Farhan takluk dari wakil Jepang, Yushi Tanaka di final Swiss Terbuka
Anthony Sinisuka Ginting menilai bahwa persaingan di sektor tunggal putra Swiss Terbuka tahun ini sangat sengit.
Menghadapi unggulan pertama asal Tiongkok, Li Shi Feng, pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu harus mengakui keunggulan lawan melalui pertarungan sengit tiga gim.
Jafar/Felisha, yang datang sebagai unggulan ketiga, tampil dominan untuk menyegel kemenangan dua gim langsung 21-17 dan 21-7 atas pasangan Inggris Callum Hemming/Estelle Van Leeuwen.
Rachel/Febi menyerah di tangan pasangan Tiongkok Bao Li Jing/Luo Xu Min di putaran pertama Swiss Terbuka dengan skor 9-21 dan 19-21.
Meski secara umum performanya meningkat, Indra menyoroti beberapa aspek krusial yang harus segera dibenahi Alwi Farhan.
Kepala Pelatih Tunggal Putri PP PBSI, Imam Tohari, menekankan pentingnya peningkatan kepercayaan diri dan kematangan permainan bagi Putri Kusuma Wardani (Putri KW).
Meski menunjukkan potensi besar, konsistensi Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di level elite dinilai masih perlu dipoles melalui perbaikan komunikasi dan ketajaman analisis di lapangan.
Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, terhenti di babak semifinal setelah takluk dari wakil Tiongkok, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi dengan skor 19-21 dan 10-21.
Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menyerah dua gim langsung dari pasangan Jepang, Sumire Nakade/Miyu Takahashi, dengan skor 10-21 dan 20-22 di Orleans Masters.
Di semifinal Orleans Masters, Rachel/Febi akan berhadapan dengan pasangan Jepang Sumire Nakade/Miyu Takahashi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved