Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERMASALAHAN teknis pada pompa bahan bakar mobil Formula 1 (F1) RB18 milik tim Red Bull Racing, membuat mereka gagal merebut poin pada balapan pembuka di GP Bahrain yang berlangsung pada akkhir pekan lalu, Minggu (20/3).
Dalam balapan itu sejatinya dua pembalap Red Bull memulai balapan dengan sangat baik, Max Verstappen menempati P2 sambil terus berjuang mengejar Charles Leclerc (Ferrari).
Sementara rekan setimnya, Sergio Perez, berada di urutan keempat, berusaha secara intens memburu posisi Carlos Sainz Jr yang mengemudi di posisi ketiga.
Namun petaka datang di ujung lomba, Verstappen yang berada di P2 tiba-tiba merasa ada yang salah sehingga Red Bull RB18 terasa makin lambat seperti kehilangan tenaga. Ia akhirnya masuk pit dan terhenti pada lap 54, tiga lap sebelum finis.
Hal yang sama juga alami Perez, mesin mobil RB18 tiba-tiba mati saat memasuki lap terakhir, seusai tikungan 1, membuat pembalap Meksiko itu tidak dapat menyelesaikan perlombaan.
Baca juga: Perez Sebut Red Bull Ingin Dia Menang di GP Meksiko
Saat ini, jelang seri balapan F1 kedua yang dijadwalkan bergulir di Arab Saudi pada 25-27 Maret 2022, Perez mengungkapkan dirinya sudah melupakan kegagalan di GP Bahrain dan kini dirnya bersiap untuk tampil maksimal di Jeddah Corniche Circuit.
"Saya tidak sabar untuk kembali ke dalam mobil akhir pekan nanti. Bahrain sulit, saya hanya satu lap dari podium di balapan pembuka musim, tetapi saya memiliki kepercayaan diri pada tim ini," kata Perez dikutip dari Motorsport, Kamis (24/3).
"Sisi positifnya adalah musim masih panjang, kami punya mobil yang cepat dan saya juga merasa sangat kompetitif dalam balapan. Saya berharap untuk membawa kecepatan itu ke Jeddah, memaksimalkannya saat kualifikasi dan (balapan) hari Minggu," tuturnya.
Terlepas dari keyakinannya terhadap RB18, pembalap asal Meksiko tersebut mengantisipasi akhir pekan di Arab Saudi yang tidak terduga. Apalagi setelah pengalaman musim lalu di Sirkuit Corniche Jeddah.
"Balapan di sana (GP Arab Saudi) tahun lalu adalah balapan yang gila. Itu sirkuit yang sangat menantang dan akan lebih sulit lagi dengan mobil-mobil baru (F1)," sebut Perez.
"Sayangnya, saya tidak berhasil mencapai finis pada 2021 (di Jeddah), jadi (akhir pekan ini) saya ingin balapan yang bebas masalah untuk menunjukkan potensi penuh mobil kami,” tukasnya.(Motorsport/OL-5)
Sergio Perez, yang sebelumnya memutuskan untuk fokus menghabiskan waktu bersama keluarga, merupakan mantan pembalap Red Bull hingga musim 2024.
Bergabungnya Sergio Perez dan Valtteri Bottas menandai langkah mengejutkan bagi Cadillac, yang memboyong dua pembalap veteran yang pada musim ini kehilangan kursi utama mereka di Formula 1.
Sergio Perez mengakui ia menikmati kebebasan yang datang dengan membuat jarak dari Formula 1, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
Liam Lawson, pembalap muda asal Selandia Baru, resmi dipilih untuk membalap bersama Max Verstappen di Red Bull mulai musim Formula 1 2025.
PEMBALAP Sergio Perez mengeklaim telah menolak dua peluang dari tim F1 lain untuk keluar dari Tim Red Bull musim 2025.
Pembalap tim Red Bull Sergio Perez dinis ketujuh di GP Belgia, Minggu (28/7), setelah mengawali balapan di posisi start kedua.
Audi secara resmi memulai babak baru dalam sejarah otomotif mereka dengan keberhasilan fire-up pertama mobil Audi Revolut F1 Team.
Pembalap McLaren, Lando Norris, dipastikan akan menggunakan nomor 1 pada jet daratnya di ajang Formula 1 musim depan.
Tim Formula 1 Mercedes dijadwalkan akan memperkenalkan penantang baru mereka, Mercedes-AMG F1 W17, secara daring, 22 Januari mendatang.
Tim pendatang baru di Formula 1, Cadillac, secara resmi mengumumkan penunjukan pebalap asal Tiongkok, Zhou Guanyu, sebagai pembalap cadangan di musim 2026.
Max Verstappen menekankan bagaimana peran Christian Horner yang selalu pasang badan untuknya di masa-masa sulit.
Menurut pembalap asal Belanda ini, kebijakan McLaren yang memberikan perlakuan setara kepada Norris dan Piastri justru menjadi bumerang bagi tim asal Inggris tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved