Kamis 03 Maret 2022, 11:38 WIB

Presiden IOC Bela Keputusan Asingkan Rusia

Basuki Eka Purnama | Olahraga
Presiden IOC Bela Keputusan Asingkan Rusia

AFP/Anne-Christine POUJOULAT
Presiden IOC Thomas Bach

 

PRESIDEN Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach, Rabu (2/3), menyebut Kremlin sebagai pihak yang bertanggung jawab atas diasingkannya Rusia dari dunia olahraga sembari menegaskan tidak adil atlet Rusia berjaya saat atlet Ukraina mendeirta.

IOC, Senin (28/2), mendesak federasi-federasi olahraga dunia untuk mencoret atlet Rusia dan Belarus dari kompetisi setelah terjadi invasi ke Ukraina setelah meminta semua kegiatan olahraga di kedua negara itu dibatalkan.

Bach menyebut Moskow dan Minsk dengan jelas melanggar aturan perdamaian Olimpiade, yang berjalan sejak 4 Februari dan berlaku hingga tujuh hari setelah berkahirnya Olimpiade Bejing 2022.

Baca juga: IPC Izinkan Atlet Rusia dan Belarus Bertanding di Paralimpiade Beijing

"Ini adalah tanggung jawab pemerintah Rusia. Kita tidak boleh terjebak propaganda di sana yang menyebut keputusan kami sebagai aksi politis," kata Bach.

"Yang terjadi adalah konsekuensi dari pelanggaran perdamaian Olimpiade dan Piagam Olimpiade oleh kedua negara."

"Tidak ada keraguan mengenai di sisi mana kita berdiri dalam agresi ini. Dalam perang ini, kami berada di pihak perdamaian," lanjutnya.

Bach mengtakan kompetisi yang adil tidak bisa terjadi jika atlet Rusia dengan bebas bertanding sementara atlet-atlet Rusia harus berperang

 "Kita akan menghadapi situasi dimana para atlet Ukraina harus berlindung di stasiun kereta bawah tahan di Kiev sat kota mereka dibom sementara para atlet Rusia bisa bertanding dengan bebas," ungkap Bach.

Bach mengatakan tidak diketahui berapa banyak tlet yang berada di antara 875 ribu pengungsi Ukraina yang melarikan diri ke negara tetangga.

Dia kemudian memuji atlet Tusia yang berani angkat bicara mendukung perdamaian meski kebebasan mereka terancam.

Bach kemudian menegaskan atlet-atlet Rusia yang tidak angka bicara tidak berarti mereka mendukung invasi Rusa ke Ukraina.

"Saat ini, ribuan warga Rusia yang menentang invasi telah ditahan. Jadi, Anda tidak bisa menyimpulkan para atlet Rusia yang bungkam mendukung invasi ke Ukraina," pungkasnya. (AFP/OL-1)
 

Baca Juga

Christophe ARCHAMBAULT / AFP

Swiatek Berpeluang Lampaui Rekor Venus Williams

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 14:45 WIB
Swiatek kini dalam tren positif seusai menjuarai Prancis Terbuka 2022 lantaran sukses menyamai rekor 35 kemenangan beruntun milik Venus...
AFP/Glyn KIRK

Serena Williams akan Awali Comeback di Wimbledon Kontra Pemain Nonunggulan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 12:30 WIB
Petenis Amerika Serikat (AS) berusia 40 tahun itu terhindar dari pertemuan melawan nama-nama besar dalam undian yang dilangsungkan Jumat...
AFP/ Ethan Mito/Clarkson Creative/Getty Images

Sixers Datangkan Melton dari Grizzlies

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 11:45 WIB
Sixers mendapatkan Melton, yang punya rata-rata kontribusi 10,8 poin bersama Grizzlies musim...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya