Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITE Olimpiade Internasional atau IOC menyatakan sanksi kepada Rusia dan Belarusia masih tetap berlalu dan tak bisa dinegosiasikan.
IOC menolak permintaan Rusia agar para atletnya diperlakukan sama dengan negaranya pada Olimpiade Paris 2024 nanti.
"Sanksi terhadap negara dan pemerintah Rusia dan Belarusia tidak dapat dinegosiasikan," kata juru bicara IOC.
Pekan lalu, IOC menyatakan tengah mendiskusikan agar atlet Rusia bisa tampil di Paris 2024 dengan opsi sebagai atlet netral dan tidak di bawah bendera nasional mereka.
Namun, hal itu memicu amarah dari Ukraina yang mengancam akan memboikot Olimpiade Paris jika Rusia diizinkan berpartisipasi.
IOC kemudian mengatakan sanksi terhadap Rusia dan Belarusia sebelumnya sudah diputuskan dengan suara bulat dalam pertemuan puncak komite pada 9 Desember lalu.
Sanksi tersebut termasuk tidak ada bendera, lagu kebangsaan, warna atau identifikasi lain apa pun dari Rusia maupun Belarusia.
Baca juga: IOC Tegaskan Sanksi terhadap Rusia tidak Bisa Ditawar
Ketua Komite Olimpiade Rusia Stanislav Pozdnyakov sebelumnya meminta IOC membolehkan partisipasi secara penuh di Paris nanti. Pozdnyakov menyambut baik upaya IOC untuk mengizinkan atlet Rusia berkompetisi.
"Rusia harus berpartisipasi persis dengan syarat yang sama dengan semua atlet lainnya. Setiap syarat atau kriteria tambahan tidak dapat diterima, terutama yang memiliki nuansa politik, yang sama sekali tidak dapat diterima untuk gerakan Olimpiade," kata Pozdnyakov.
"Tetapi untuk syarat tambahan, kami sangat tidak setuju. Piagam Olimpiade menyatakan bahwa semua atlet harus berpartisipasi dengan pijakan yang sama," tambahnya.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tak menerima jika Rusia boleh tanpil di Olimpiade Paris.
Zelensky mengatakan dirinya telah mengundang Presiden IOC Thomas Bach untuk mengunjungi kota garis depan di Ukraina, Bakhmut, untuk melihat kondisi perang di sana.
Di sisi lain, Dewan Olimpiade Asia minggu lalu sudah menawarkan kesempatan kepada atlet Rusia dan Belarusia untuk berkompetisi pada Asian Games tahun ini.
Mereka menilai semua atlet terlepas dari kebangsaan atau paspor yang mereka miliki harus dapat berkompetisi.
Tawaran itu menjadi langkah signifikan karena bakal memungkinkan atlet dari Rusia dan Belarusia mencapai standar kualifikasi yang mereka perlukan untuk bersaing di Paris. (AFP/Dhk/OL-09)
Seorang atlet profesional tidak boleh lalai menaati protokol pemulihan demi menjaga ketahanan tubuh dan meminimalkan risiko cedera serius.
Dokter Spesialis Ortopedi ingatkan atlet profesional: Kurang disiplin recovery dan istirahat adalah tiket menuju cedera fatal. Simak protokolnya!
Aksi bejat tersebut diduga telah berlangsung selama empat tahun, yakni sejak 2021 hingga 2025.
Intip keseruan ILLIT dan CORTIS saat menyambut kepulangan atlet Korea Selatan dari Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 di Blue House, Seoul.
Universitas Budi Luhur (UBL) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus membawa pendidikan tinggi Indonesia ke panggung dunia.
Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan KONI bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di sektor olahraga.
Mengacu terhadap peristiwa di Ukraina pada situasi yang semakin memburuk dalam hubungan antara Rusia dan Barat, menurut Putin, tidak memiliki dasar yang cukup.
Tanker minyak Rusia Altura yang membawa 140.000 ton minyak diserang drone di Laut Hitam. Insiden terjadi di tengah pengetatan sanksi Eropa terhadap armada bayangan.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Laporan intelijen menyebut Rusia mulai mengirim bantuan militer berupa drone hingga logistik ke Iran. Benarkah ini babak baru aliansi mematikan kedua negara?
Rusia disebut menawarkan penghentian bantuan intelijen kepada Iran dengan syarat Amerika Serikat (AS) menghentikan dukungan intelijen kepada Ukraina.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved