Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Alpine Formula 1, Fernando Alonso, menilai performa Lewis Hamilton kian menurun dari musim ke musim jika dibandingkan debutnya di F1. Alonso pernah menjadi rekan Hamilton saat berada di tim McLaren musim 2007.
Pada musim itu, Hamilton meraih posisi kedua sedangkan Alonso berada di peringkat ketiga. Musim berikutnya, Hamilton menjadi pemegang gelar juara dunia. Begitu pun pembalap Inggris itu menjalani musim ke depan dengan merebut enam gelar juara dunia lain hingga akhir musim 2020.
Pada 2021, Hamilton harus mengakui kekalahan dirinya dari wakil Red Bull Racing, Max Verstappen. Alonso mengira masa kejayaan Hamilton sudah mulai habis.
"Dia (Hamilton) punya tempat istimewa di hati saya. Saat itu, dia pembalap yang sama sekali tidak buruk. Memang sulit untuk pembalap pemula memasuki musim F1. Tapi setelah bertahun-tahun, dia menjadi semakin buruk," ujar juara dunia F1 dua kali itu.
"Sekarang, saya melihat dia seperti kehilangan arah, bahkan satu per satu jati dirinya terkikis. Memang selalu ada sisi baik dan buruk, itu bumbunya olahraga," tutur Alonso.
Menurut Alonso, Hamilton ialah pribadi yang minim dalam berinteraksi secara sosial. Terlebih ia mengatakan bahwa rekan terbaiknya dalam membantu pergelaran juara dunia bukanlah Hamilton, tetapi Giancarlo Fisichella.
"Dia punya karakter yang sangat lucu. Kami selalu bermain kartu sebelum balapan. Aku pikir kita selalu memiliki beberapa teman yang bisa bergaul dengan baik, terutama kami yang punya karakter berbeda," ucap Alonso.
Baca juga: Bagnaia Yakin Atmosfer MotoGP Kian Membaik tanpa Kontroversi
"Dengan para pembalap Latin atau Italia misalnya, Carlos Sainz atau Checo Perez, ada perasaan menyenangkan dan berbeda dari mereka, jika dibandingkan dengan orang Inggris," sindir Alonso soal Hamilton.(Motorsport/OL-14)
Setelah gagal meraih satu pun kemenangan sepanjang musim 2025, Ferrari dituntut untuk tampil kompetitif sejak balapan pembuka musim depan.
Lando Norris resmi mengamankan gelar Juara Dunia Formula 1 perdananya di GP Abu Dhabi. Para rival seperti Verstappen, Hamilton, Russell, Sainz hingga Piastri memberi selamat.
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton kembali kesulitan di kualifikasi F1 GP Qatar, finis di luar posisi depan dan mengaku mobil Ferrari sulit dikendalikan.
Lewis Hamilton mengungkapkan bahwa kondisi pengereman sangat sulit dikendalikan dan menyebabkannya dalam kondisi yang sering kehilangan kendali di GP Las Vegas.
Rumor mengenai masa depan Hamilton mulai mencuat setelah penampilan mengecewakan di GP Meksiko bulan lalu.
Semenjak didatangkan Ferrari, awal musim ini, Lewis Hamilton belum memenangkan satu pun balapan hingga seri ke-20 musim ini.
Peluncuran identitas visual tim dilakukan secara tidak biasa, yakni melalui tayangan iklan pada ajang Super Bowl, menandai keseriusan Cadillac memasuki panggung balap Formula 1.
Pembalap Ferrari Charles Leclerc optimistis bahwa peta persaingan akan semakin merata karena setiap tim Formula 1 memulai pengembangan dari titik nol.
Pembalap Red Bull Isack Hadjar kehilangan kendali di tikungan terakhir yang sangat cepat. Mobilnya melintir dan menghantam pembatas jalan dengan bagian belakang terlebih dahulu.
Seorang juru bicara Williams menyebut bahwa absen di tes pramusim Formula 1 tersebut adalah "hasil rekayasa teknik yang lebih baik" di tengah situasi yang ada.
Setelah gagal meraih satu pun kemenangan sepanjang musim 2025, Ferrari dituntut untuk tampil kompetitif sejak balapan pembuka musim depan.
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved