Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
ATLET bulutangkis Fajar Alfian menuturkan dirinya lebih bersemangat untuk dapat tampil maksimal di gelaran bertajuk Indonesia Badminton Festival, khususnya Indonesia Terbuka 2021.
"Saya sendiri lebih antusias karena kita tuan rumah, apalagi Bali, kota yang sangat diidam-idamkan oleh banyak pemain. Jadi ada motivasi lebih buat saya pribadi bertanding di Indonesia Open, karena ini super 1000 dan bergengsi, dan saya ingin bisa memenangkan pertandingan di sini," kata Fajar dalam jumpa pers secara virtual dari Bali, Kamis (11/11) sore WITA.
Fajar dkk juga baru saja menjalani turnamen Eropa selama tujuh pekan. Ia mengaku tak ingin mempermasalahkan rasa lelah yang di deranya, karena pemain-pemain yang lain juga merasakan hal yang sama.
"Memang kejuaraan sebelum Indonesia ini sangat padat, tujuh pekan di Eropa. Namun semua itu rasanya menyenangkan apabila dibandingkan ketika disaat pandemi tanpa turnamen," tuturnya.
"Tapi kalau bicara seperti itu tak bisa jadi alasan, karena semua pemain ikut kejuaraan di Eropa. Jadi menurut saya pribadi, kita harus pintar-pintar jaga kondisi dan harus disiplin dari istirahat, makan, dan jaga pikirannya," ujar Fajar.
Berbicara mengenai target, Fajar mengungkapnya dirinya tetap ingin memberikan yang terbaik. Meski faktanya, calon-calon lawan yang dihadapi akan berat.
Dalam undian BWF, pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dijadwalkan akan bertemu rekan satu negaranya yakni Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin di putaran pertama.
Mengingat Leo/Daniel adalah pemain muda ganda putra yang baru saja keluar sebagai runner-up Jerman Terbuka 2021, usai kalah dari Kevin Sanjaya/Marcus Gideon di babak final.
“Target minimal? Pertama kita harus step by step, ya. Karena (lawan kami) di babak pertama SimInvest Indonesia Open ini teman sendiri. Dia juga kemarin di Jerman bisa runner up, Leo/Daniel. Jadi, tidak ada yang mudah. Yang penting usaha dulu,” tutur Fajar.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna menyampaikan tak ingin menargetkan khusus pemain-pemain Indonesia dalam gelaran Indonesia Badminton Festival.
"Sebelum ini mereka telah menjalani turnamen yang padat sekali. Jadi rasanya bukan target yang bisa saya katakan, tapi harapan. Harapan saya adalah mereka dapat menampilkan performa yang terbaik nanti," jelasnya.
"Saya yakin pecinta bulutangkis Indonesia tidak akan kecewa dengan hasilnya," ucap Agung dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (11/11) sore WITA. (And/OL-09)
Meski secara umum performanya meningkat, Indra menyoroti beberapa aspek krusial yang harus segera dibenahi Alwi Farhan.
Kepala Pelatih Tunggal Putri PP PBSI, Imam Tohari, menekankan pentingnya peningkatan kepercayaan diri dan kematangan permainan bagi Putri Kusuma Wardani (Putri KW).
Meski menunjukkan potensi besar, konsistensi Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di level elite dinilai masih perlu dipoles melalui perbaikan komunikasi dan ketajaman analisis di lapangan.
Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, terhenti di babak semifinal setelah takluk dari wakil Tiongkok, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi dengan skor 19-21 dan 10-21.
Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menyerah dua gim langsung dari pasangan Jepang, Sumire Nakade/Miyu Takahashi, dengan skor 10-21 dan 20-22 di Orleans Masters.
Di semifinal Orleans Masters, Rachel/Febi akan berhadapan dengan pasangan Jepang Sumire Nakade/Miyu Takahashi.
Indonesia Terbuka level Super 1000 kini berdurasi 11 hari. PBSI sebut ini investasi strategis untuk prestise turnamen, peluang atlet, dan pengalaman sportainment bagi penonton.
Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto kandas di semifinal Indonesia Terbuka saat melawan pasangan Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae 18-21, 21-19, 21-23.
Adnan/Indah menyingkirkan unggulan pertama asal Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, di putaran pertama Indonesia Terbuka.
Gerakan cepat dalam latihan, seperti agility dengan shuttlecock, memicu rasa pusing hebat yang membuat Gregoria Mariska Tunjung khawatir akan kambuh mendadak.
Gregoria Mariska Tunjung telah absen dari sejumlah turnamen internasional sejak akhir Maret, termasuk batal memperkuat tim Indonesia di Piala Sudirman 2025.
Bagi Fajar Alfian, warna biru bukan sekadar perubahan visual semata, melainkan menyentuh sisi emosionalnya sebagai seorang pendukung Persib Bandung atau Bobotoh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved