Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PROVINSI Jawa Barat terus menjauh dari DKI Jakarta dalam klasemen perolehan medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Hingga pukul 21.20 WIT, Jabar kokoh dipuncak dengan meraih 50 medali emas, 44 perak dan 55 perunggu.
Jabar berhasil menyalip DKI Jakarta yang sebelumnya memimpin perolehan medali PON XX. Tim ibu kota berada di urutan kedua dengan perolehan 47 emas, 40 perak dan 47 perunggu.
Pada Rabu (6/10), atlet atletik Tyas Murtiningsih menambah perolehan medali emas dari nomor 100 meter putri. Dalam pertandingan yang digelar di arena atletik Mimika Sport Complex, Mimika, Papua, Tyas mencatatkan waktu 11,67 detik.
Baca juga : Menpora: PON XX Papua Bukti Keberanian Presiden Jokowi
Catatan waktu yang diraih atlet 24 tahun itu memecahkan rekor PON sebelumnya milik sprinter asal Maluku Irene Truitje Joseph dengan torehan waktu 11,73 detik yang dicetak pada 2000 silam.
Raihan emas untuk Jawa Barat juga disumbangkan atlet angkat besi Windy Cantika di kelas 49 kg. Peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu mencatatkan total angkatan 192 kg hasil dari angkatan snatch 87 kg dan clean and jerk seberat 105 kg.
Sementara itu, tim tuan rumah berada di posisi ketiga klasemen dengan meraih 45 medali emas, 22 perak dan 40 perunggu. (OL-7)
Bank Mandiri Jawa Barat menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,58 triliun untuk pengisian ATM/CRM pada periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas korporasi di bulan suci Ramadan, melainkan wujud nyata kehadiran Pegadaian di tengah masyarakat.
GELIAT ekonomi syariah di Jawa Barat (Jabar) terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini tercermin dari kokohnya ekosistem industri halal di wilayah tersebut.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kompleksitasnya persoalan tambang di Jawa Barat. Tidak hanya yang ilegal, menurutnya yang legal pun tidak luput dari berbagai masalah.
Data laporan perkembangan APBN terbaru, total pendapatan regional Jawa Barat tercapai sebesar Rp11,09 triliun atau sekitar 5,88% dari target tahunan.
Posko ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat dan fasilitas umum bagi pemudik, tetapi juga sebagai pusat informasi jalur alternatif dan rawan bencana.
Kasus itu diduga melibatkan oknum pejabat-pejabat di lingkungan Pemprov Papua langsung maupun tidak langsung.
Meskipun sudah melakukan upaya hukum, proses persidangan masih berlanjut tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas.
Julita berharap agar penyelesaian kasus ini memiliki titik terang.
"Saya kira desertasi ini luar biasa untuk kebangkitan olahraga di Papua. Bahkan saya langsung tanyakan langkah konkretnya untuk ke depan."
utang Pemerintah kepada pihak ketiga yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah
Pesepak bola asal Merakuke, Papua, itu dikontrak selama tiga tahun dan menjadi pemain baru kelima Macan Kemayoran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved