Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Formula 1 (F1) tim Red Bull Racing Max Verstappen membantah pernyataan rivalnya dari tim Mercedes Lewis Hamilton dengan sarkasme, setelah sebelumnya Hamilton mengatakan Verstappen berada di bawah tekanan perebutan gelar juara F1 musim ini.
"Ya, saya sangat gugup saya bahkan tidak bisa tidur," kata Verstappen dengan nada sarkasme dikutip dari AFP, Jumat (24/9).
"Bertarung dalam perebutan gelar benar-benar menyeramkan. Aku sangat membencinya," imbuh pembalap asal bBlanda itu.
Baca juga: Hamilton Tuding Verstappen Berada di Bawah Tekanan
Mengetahui bahwa Hamilton mengatakan hal itu, Verstappen justru menilai bahwa Hamilton tidak terlalu mengenal dirinya dan menyatakan dia sangat santai dengan perebutan gelar itu.
"Komentar itu menunjukkan kepada saya bahwa dia benar-benar tidak mengenal saya. Itu bagus, karena saya juga tidak perlu mengenalnya," sebut Verstappen.
"Saya sangat santai tentang semua kompetisi ini, memiliki mobil terhebat yang bisa Anda gunakan setiap balapan akhir pekan dan Anda bisa bertarung untuk merebut kemenangan adalah perasaan terbaik," jelasnya.
"Saya tidak mempermasalahkan hal itu, saya hanya akan fokus kepada diri saya sendiri dan saya sangat menikmatinya di luar sana dan semoga saya bisa terus merebut kemenangan," terangnya.
Saat ini, di klasemen sementara, Verstappen memimpin di posisi puncak dengan mengoleksi 226,5 poin, hanya berjarak 5 poin dari Hamilton di posisi kedua. Dengan balapan yang tersisa 8 seri tentu hal itu memunculkan persaingan ketat antara keduanya.
Dapat diketahui, pernyataan Hamilton yang mengatakan Verstappen tengah berada dalam tekanan perebutan gelar, itu berkaitan dengan sejumlah insiden kecelakaan yang melibatkan kedua pembalap itu beberapa waktu terakhir.
Dalam Insiden kecelakaan di Sirkuit Autodromo Nazionale Monza, Minggu (12/9) lalu. mobil Verstappen terangkat dari lintasan balap dan mendarat di atas mobil Hamilton, bahkan sisi dalam ban belakang mobil Verstappen mengenai kepala Hamilton yang beruntung terlindungi peranti halo.
Tidak hanya itu, dalam balapan di Silverstone, keduanya juga terlibat dalam insiden kecelakaan berkecepatan tinggi, namun beruntung keduanya masih dapat diselamatkan.
Setelah beristirahat selama lebih dari satu pekan dari balapan terakhir di Monza, kini kedua pembalap itu akan kembali memulai persaingannya di GP Rusia akhir pekan ini. Akibat insiden di Monza Verstappen mendapatkan hukuman penalti mundur tiga posisi grid pada balapan utama. (AFP/OL-1)
Max Verstappen mengakhiri GP Austria setelah ditabrak pembalap Mercedes, Kimi Antonelli di tikungan ketiga lap pertama.
Max Verstappen mengisyaratkan kemungkinan baru untuk berganti tim pada 2026, tetapi menekankan ia lebih mementingkan memperbaiki performa Red Bull daripada yang lainnya.
Keunggulan sang juara bertahan Max Verstappen di klasemen pembalap Formula 1 telah berkurang menjadi 62 poin dari penantang terdekatnya pembalap McLaren Lando Norris.
Pembalap tim Red Bull Sergio Perez dinis ketujuh di GP Belgia, Minggu (28/7), setelah mengawali balapan di posisi start kedua.
Meski menempati posisi terdepan sesi kualifikasi, Max Verstappen akan memulai balapan pada posisi ke-11 usai terkena penalti 10 grid karena Red Bull terkena penalti.
Pembalap Red Bull Max Verstappen menyiapkan strategi agar bisa kembali kompetitif untuk menghadapi rangkaian Grand Prix Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps, Sabtu.
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Max Verstappen menekankan bagaimana peran Christian Horner yang selalu pasang badan untuknya di masa-masa sulit.
Menurut pembalap asal Belanda ini, kebijakan McLaren yang memberikan perlakuan setara kepada Norris dan Piastri justru menjadi bumerang bagi tim asal Inggris tersebut.
Sebelumnya, Verstappen sempat dikabarkan akan kembali memakai nomor 33 yang identik dengannya sebelum meraih gelar juara dunia pada 2021.
Pembalap Red Bull Max Verstappen mengaku bangga dengan perjuangan yang telah ia dan timnya lakukan, meski hasil akhir tidak sesuai harapan.
Max Verstappen menutup musim F1 2025 dengan kemenangan dominan di GP Abu Dhabi. Namun gagal merebut gelar hanya dua poin dari Lando Norris.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved