Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG penyelenggaraan Paralympic Games 2020 Tokyo yang dijadwalkan akan digelar pada 24 Agustus 2020, Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) menyebutkan hingga saat ini seluru atlet yang akan berlomba di Paralympic Games 2020 Tokyo dalam kondisi siap bertanding.
Seperti diketahui, Indonesia akan mengirimkan sebanyak 23 atlet pada kejuaraan multievent empat tahunan itu, dengan rincian 7 atlet cabang olahraga (Cabor) para Atletik, 7 atlet cabor para bulu tangkis, 3 atlet cabor para tenis meja, 2 atlet cabor para renang, 2 atlet cabor para menembak, 1 atlet cabor para cycling, 1 atlet para powerlifting.
"Sejauh ini atlet penampilannya sudah hampir peak permormance semua tinggal kita jaga nanti perfoemanya sehingga ketika di hari perlombaan nanti bisa keluar peek performancenya semua di Tokyo," ucap Wakil Sekertaris Jenderal NPCI Rima Ferdianto, saat dihubungi, Rabu, (4/8).
Disebutkan oleh Rima, pada Paralimpiade 2020 Tokyo ini pihaknya memiliki sejumlah target termasuk di antaranya meraih 1 medalu emas dan memperbaiki peringkat klasemen medali dengan menempati posisi 60 besar dunia.
"Di tahun 2016 Paralympic Rio kita memberangkatkan 9 atlet dari 4 cabor dengan raihan 1 medali perunggu dan menduduki peringkat ke 76," sebut Rima.
"Dan di tahun 2021 Paralympic Tokyo ini kita memiliki beberapat target yakni, menargetkan lolos 15 atlet, cabor lolos minimal 6 cabor, meraih minimal 1 medali emas dan memperbaiki peringkat masuk ke 60 besar dunia," imbuhnya.
Baca juga: Eko Yuli Irawan Ingatkan Atlet untuk Kelola Keuangan
Dijelaskan Rima, hingga saat ini NPCI telah mencapai dua target untuk Paralimpiade 2020 Tokyo yakni penambahan jumlah atlet dan cabor, dia pun berharap NPCI dapat mencapai dua target lainnya.
"Sejauh ini dua target sudah terlewati yakni atlet lolos menjadi 23 atlet jauh diatas target 15 atlet, dan cabor lolos sudah 7 cabor dari target 6 cabor. kita berharap dapat mencapai dua target lainnya," terangnya.
Saat ditanya terkait peluang tim Indonesia untuk mencapai target 1 medali dan masuk ke 60 besar, Rima menyebutkan peluang tersebut masih terbuka lewat cabor andalan seperti bulu tangkis dan atletik, hingga tenis meja.
"Peluang meraih medali yang terbesar tentu saja di bulu tangkis, tapi tenis meja, powerlifting dan atletik juga punya kans medali. Sementara untuk cycling, renang dan shooting kita target masuk final atau 8 besar saja," sebutnya.
Terkait keberangkatan atlet, Rima menyebutkan pihaknya akan memberangkatkan atlet dengan dibagi menjadi 4 kloter dagan kloter pertama akan berangkat pada 17 Aguatus mendatang.
"Keberangkatan akan dibagi menjadi 4 kloter, tanggal 17 tenis meja, renang dan cycling, tanggal 19 badminton dan powerlifting, tanggal 20 atletik dan rombongan utama, dan terakhir tanggal 23 menembak," sebutnya.
"Untuk persiapan di tiga minggu terakhir ini atlet-atlet maupun seluruh anggota kontingen sudah kita karantina total, jadi sudah ga bisa bertemu dengan orang orang luar sama sekali. Karena kita harus menjalani swab pcr selama 7 hari berturut-turut sebelum keberangkatan dan hasilnya harus negatif semua," tukasnya. (OL-4)
Program ini berlangsung selama satu tahun penuh, mulai dari 15 Januari hingga 31 Desember 2026.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK mengonfirmasi melakukan OTT di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
Harga emas global dalam beberapa hari terakhir mengalami koreksi setelah mencatat reli kuat sebelumnya.
Prediksi harga emas Antam untuk Jumat, 30 Januari 2026. Tren bullish berlanjut, harga diproyeksikan tembus Rp3,2 juta per gram menyusul rekor global.
Harga emas Antam diprediksi kembali menguji rekor baru pada Kamis (29/1). Simak analisis lengkap pengaruh rapat The Fed dan penguatan Rupiah di sini.
Sejumlah atlet Olimpiade Musim Dingin 2026 melaporkan bahwa medali emas dan perunggu yang mereka raih rusak tak lama setelah upacara penyerahan.
Hingga akhir kompetisi ASEAN Para Games 2025, Indonesia berhasil mengoleksi total 392 medali, yang terdiri atas 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu.
Satu medali emas dipersembahkan dari kategori Junior 1 Urban Cheer Dance, yang sekaligus menjadi gelar juara dunia pertama Indonesia dalam sejarah keikutsertaan di CWC.
"Fokus utama kami ke depan adalah menyiapkan atlet-atlet Indonesia agar mampu tampil optimal di level tertinggi, termasuk Olimpiade, melalui proses yang terukur dan berkesinambungan,”
Terakhir kali Indonesia finis di posisi tersebut terjadi pada SEA Games 1995 di Chiang Mai, Thailand.
Material medali SEA Games 2025 disebut tahan lama yang dirancang untuk menahan benturan; lapisan permukaan emas, perak, dan nikel yang dirancang antikelupas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved