Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA mencetak sejarah di Cheerleading World Championship dengan meraih satu gelar juara dunia dan total tujuh medali. Ini menjadi capaian terbanyak sepanjang keikutsertaan Indonesia di ajang tersebut.
Prestasi bersejarah itu diraih Tim Nasional Cheerleading Indonesia di bawah pembinaan Federasi Cheerleading Seluruh Indonesia (FCSI). Satu medali emas dipersembahkan dari kategori Junior 1 Urban Cheer Dance, yang sekaligus menjadi gelar juara dunia pertama Indonesia dalam sejarah keikutsertaan di CWC.
Selain emas, Indonesia juga mengoleksi satu perak dan lima perunggu. Medali perak datang dari Junior 2 Urban Cheer Dance, sementara perunggu diraih dari Cheerleading Doubles, Senior Small Group All Female, Cheerleading Junior 2, Cheerleading Senior Mixed, serta Junior 2 Urban Cheer Dance Double.
Total tujuh medali tersebut menjadi pencapaian tertinggi Indonesia dalam satu edisi CWC. Kejuaraan ini diikuti negara-negara dengan tradisi cheerleading kuat seperti Jepang, Italia, Jerman, Korea Selatan, Brasil, hingga Taiwan yang menegaskan tingginya level persaingan.
CWC tahun ini juga menandai medali perdana Indonesia di kategori Cheerleading Doubles dan Senior Mixed setelah 12 tahun dan sembilan kali partisipasi. Seluruh atlet tim nasional merupakan juara Kejuaraan Nasional hasil pembinaan berjenjang federasi dan klub, dengan United Allstars menjadi salah satu basis pembinaan nasional.
Pelatih Tim Nasional Cheerleading Indonesia Novan Jeremy menyebut pencapaian tersebut lahir dari proses panjang dan penuh tantangan. “Ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan komitmen seluruh atlet serta tim pendukung,” ujarnya.
Ketua Umum FCSI Irvinsyah Pratama menilai prestasi ini mencerminkan kesinambungan pembinaan nasional. “Ini menjadi pijakan penting untuk memperkuat prestasi Indonesia secara berkelanjutan,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal FCSI Ardiyansyah Djafar menegaskan federasi akan memperkuat struktur pembinaan nasional. “Prestasi di level dunia harus diikuti dengan penguatan ekosistem nasional agar berkelanjutan,” ujarnya.
FCSI menilai keberhasilan di CWC sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem cheerleading nasional, mulai dari pembinaan usia dini hingga menjaga konsistensi prestasi Indonesia di tingkat dunia.(M-2)
"Fokus utama kami ke depan adalah menyiapkan atlet-atlet Indonesia agar mampu tampil optimal di level tertinggi, termasuk Olimpiade, melalui proses yang terukur dan berkesinambungan,”
Terakhir kali Indonesia finis di posisi tersebut terjadi pada SEA Games 1995 di Chiang Mai, Thailand.
Material medali SEA Games 2025 disebut tahan lama yang dirancang untuk menahan benturan; lapisan permukaan emas, perak, dan nikel yang dirancang antikelupas.
Dari 87 medali emas yang diraih di SEA Games 2023 Kamboja, Indonesia berpotensi kehilangan sekitar 41 medali.
Timnas hoki es Indonesia menunjukkan perkembangan yang progresif sejak debut internasional mereka di Asian Winter Games 2017.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved