Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERENANG Rusia Yulia Efimova menuding Olimpiade Tokyo 2020 berlaku tidak adil karena ada sejumlah atlet yang dilarang berlomba dan juga penyelenggara sangat membatasi gerak peserta Olimpiade saat ini sampai mereka kesulitan berbelanja oleh-oleh.
Selain itu, dia juga mengkritik penyelenggara yang membuat jadwal final renang pagi hari hanya untuk memenuhi permintaan jam tayang utama televisi Amerika Serikat (AS).
Perenang, yang tampil di Olimpiadenya yang keempat ini, merupakan sosok yang kontroversial pada Olimpiade Rio 2016 Rio setelah menuduh lawannya dari Amerika Serikat Lilly King curang menggunakan obat-obatan. King adalah peraih medali emas nomor 100 meter gaya dada putri di Rio.
Baca juga: Kalah di Olimpiade, Atlet Anggar Argentina Dilamar Pelatihnya
Perenang Rusia, yang diskors selama 16 bulan, mulai Oktober 2013 sampai Februari 2015, setelah positif menggunakan anabolic steroid itu,
memenangkan medali perak.
Efimova dan King akan bertemu kembali di Tokyo, Selasa (27/7), dalam final nomor yang sama.
"Saya marah karena mustahil bisa pergi ke mana-mana dan banyak atlet yang dilarang mengikuti kompetisi ini. Ini Olimpiade yang tidak adil,
ketika tidak semua orang bisa berlomba," kata dia kepada laman www.matchtv.ru, Senin (26/7).
Perenang berusia 29 tahun itu tidak menjelaskan alasannya namun sejumlah atlet memang dilarang berlomba karena positif covid-19.
Atlet-atlet Rusia yang berlomba di Olimpiade Tokyo 2020 juga diharuskan bertanding di bawah bendera Komite Olimpiade Rusia (ROC) karena bendera dan lagu kebangsaan negara itu tidak boleh dimainkan menyusul pelanggaran doping yang mereka lakukan.
"Sayangnya, di dunia kita, uang menentukan segalanya dan mereka tidak memberikan perhatian kepada kepentingan atlet," kata dia mengacu pada jadwal lomba pagi hari, yang berbeda jauh dengan Olimpiade Rio yang digelar di malam hari.
"Kami akan menyaksikan hasil yang lebih baik jika kami berlomba dalam final pada malam hari," sambung dia.
"Rekor dunia akan pecah. Tetapi juga menarik karena hal yang tidak bisa diprediksi meningkat (pada pagi hari)."
Efimova juga memasalahkan perkampungan atlet yang disebutnya kecil dan mengkritik pembatasan bergerak yang diberlakukan panitia.
"Yang paling mengganggu saya adalah toko oleh-oleh yang tidak bisa Anda datangi. Dan jika Anda ke sana, sudah tidak ada apa-apa. Saya suka
membawa oleh-oleh saat pulang," pungkas Efimova. (Ant/OL-1)
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Indonesia juga mendorong agar SEA Games lebih memprioritaskan Olympic Number.
Strategi memisahkan kedua lifter ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memaksimalkan potensi dua medali emas sekaligus.
Olimpiade musim dingin 2026 sendiri akan berlangsung mulai 6 hingga 22 Februari.
Syerina, yang baru pertama kali turun di kelas 70 kg, menyumbangkan satu dari total empat medali emas yang berhasil dikoleksi kontingen Merah Putih dari cabang judo.
Janice Tjen, yang berusia 23 tahun, kata dia, saat ini, merupakan petenis peringkat ke-53 dunia dan punya mimpi besar untuk terus meraih prestasi dari cabang olahraga tenis.
Dengan waktu persiapan yang makin singkat, PABSI kini menyiapkan strategi pembinaan agar para lifter Indonesia bisa berangkat ke Olimpiade Los Angeles 2028.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved