Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Harga Sejumlah Kebutuhan Melonjak 100 Persen Pemkot Semarang Segera Intervensi

Akhmad Safuan
13/2/2026 10:07
Harga Sejumlah Kebutuhan Melonjak 100 Persen Pemkot Semarang Segera Intervensi
Ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)

HARGA sejumlah barang kebutuhan pokok di Kota Semarang melonjak hingga 100 persen jelang Imlek dan Ramadan, Wali Kota Semarang instruksikan instansi terkait untuk lakukan pengawasa dan operasi pasar skala kecil serta intervensi untuk menstabilkan harga.

Pemantauan Media Indonesia Jumat (13/2) meskipun sebelumnya harga kebutuhan mengalami kenaikan jelang Imlek dan Ramadan, namun tiba-tiba kini harga sejumlah barang melonjak hjbggav100 persen mengakibatkan pedagang terutama bidang kuliner dan warga kelabakan serta resah.

Di sejumlah pasar tradisional besar di Kota Semarang seperti Pasar MAJT, Johar, Peterongan, Jatingaleh dan Bulu Karangayu lonjakan harga hingga 100 persen terjadi pada bawang merah dari sebelumnya Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram, disusul  cabai rawit merah sebelumnya Rp45 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram.

Selain itu harga sayuran seperti bayam, sawi, kol, tomat, wortel, kacang panjang dan lainnya harga juga terdongkrak naik dari sebelumnya berkisar Rp3 ribu-Rp4 ribu per kilogram menjadi Rp6 ribu-Rp9 ribu per kilogram, telur ayam dari Rp28 ribu menjadi Rp31 ribu per kilogram, ayam potong dari Rp32 ribu kini Rp40 ribu per kilogram.

"Wah hari ini harga melonjak dratis, kita para pedagang makanan kelabakan karena bingung menjual dagangan yang tidak mungkin naik," kata Ayong, pemilik rumah makan Padang di Manyaran, Semarang.

Hal serupa juga diungkapkan Dewi Arini, UMKM aneka jajanan Banyumanik, Semarang mengaku memilih berhenti memproduksi jajanan karena lonjakan sejumlah barang kebutuhan tersebut. "Saya biasanya menyetorkan dagangan jajanan di warung atau toko kue, tetapi sekarang libur akibat lonjakan harga dasar bahan kebutuhan itu,vhabta melayani pesanan," tambahnya.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan kenaikan hargya kebutuhan pokok jelang Imlek dan Ramadan, dimungkinkan mengalami kenaikan akibat meningkatnya kebutuhan warga, namun tidak menyangka mengalami lonjakan besar sehingga harus diambil langkah cepat untuk menstabilkan kembali.

"Saya sudah perintahkan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan serta pengendalian harga," ujar Agustina Wilujeng Pramestuti.

Sebagai langkah pengendalian harga, menurut Agustina Wilujeng Pramestuti, Pemerintah Kota Semarang melalui instansi terkait tersebut akan melakukan operasi pasar, meskipun  digelar bukan dalam skala besar, namun dilakukan secara bertahap dan menyasar titik-titik tertentu diharapkan menjaga stabilitas harga.

Langkah ini juga, ungkap Agustina Wilujeng Pramestuti, dilakukan sekaligus memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok bagi warga  menjelang Ramadan."Jadi operasi pasar kecil-kecil untuk  mengintervensi pasar dan pusat-pusat perdagangan," imbuhnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya