Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
NELAYAN di pesisir Kabupaten Cirebon terpaksa tidak melaut. Cuaca yang tidak bersahabat membuat mereka harus menghentikan sementara aktivitas mencari ikan.
“Sebagian besar nelayan di sini terpaksa berhenti melaut karena cuaca ekstrem yang terjadi saat ini,” tutur Kepala Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Herintiano, Jumat (6/2).
Dijelaskan Heri, cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan-nelayan di desa mereka.
“Kapal-kapal nelayan disini ukurannya kecil. Jadi kalau ombak tinggi riskan dan bisa membuat kapal terbalik,” tutur Heri.
Oleh nelayan, lanjut Heri, cuaca seperti ini disebut dengan istilah musim angin barat dimana hujan lebat turun disertai dengan badai dan gelombang tinggi dan telah berlangsung sejak akhir Januari lalu.
“Cuaca sekarang benar-benar tidak menentu. Kadang hujan, kadang panas. Kalau di darat hujan, di laut kondisinya jauh lebih berat, hujan deras disertai badai dan ombak tinggi,” tutur Heri.
Pilihan untuk tidak melaut menurut Heri merupakan upaya preventif demi keselamatan jiwa. Para nelayan memilih menunggu hingga kondisi laut kembali stabil daripada memaksakan diri.
Kondisi saat ini pun disebut sebagai masa paceklik bagi nelayan, karena mereka berhenti melaut dan tidak mendapatkan penghasilan. Selanjutnya agar dapur bisa tetap ngebul, untuk yang memiliki tabungan akan menggunakan tabungan itu.
Namun ada juga yang berhutang ke majikan mereka dan akan dibayar saat sudah kembali melaut.
Karenanya Heri berharap koperasi Merah Putih bisa segera terealisasi di wilayah tersebut. Koperasi tersebut diyakini Heri akan menjadi penopang ketahanan ekonomi masyarakat Desa Citemu. Koperasi tersebut disiapkan sebagai wadah pemberdayaan nelayan, petani, dan masyarakat desa secara umum.
“Tujuan dibangunnya Koperasi Desa Merah Putih adalah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, petani, dan masyarakat desa. Jadi kami sangat berharap koperasi tersebut segera terealisasi,” kata Heri. (UL)
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
INTENSITAS cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius pada sektor industri maritim.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Festival yang dirangkai dengan berbagai lomba ini merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas tangkapan ikan yang melimpah.
KOPERASI Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, kini membangun sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved