Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BULAN Sabit Merah Indonesia (BSMI) melakukan soft launching Klinik Pusat Pelayanan Kesehatan dan Rehabilitasi (PPKR) Aceh Tamiang pada Minggu (18/1). Hal itu sebagai wujud komitmen pendampingan jangka panjang bagi masyarakat terdampak banjir Sumatra. Klinik PPKR BSMI Aceh Tamiang beralamat di Jalan Medan-Banda Aceh, Medang Ara, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh.
Kehadiran Klinik PPKR BSMI Aceh Tamiang menegaskan bahwa BSMI tidak meninggalkan Aceh meskipun fase tanggap darurat telah berakhir. Klinik ini dihadirkan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses layanan kesehatan yang layak, mudah dijangkau, dan berpihak kepada kelompok rentan.
Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) BSMI, Prof Basuki Supartono, menegaskan bahwa pendirian Klinik PPKR merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan yang berkelanjutan.
“BSMI tidak akan meninggalkan Aceh sampai masyarakat Aceh benar-benar terpenuhi kebutuhan kesehatannya. Bagi kami, kemanusiaan tidak berhenti ketika status bencana dinyatakan selesai. Justru pada masa pemulihan inilah kehadiran yang berkelanjutan sangat dibutuhkan,” ujar Basuki.
Ia menjelaskan bahwa BSMI telah lama hadir mendampingi Aceh sejak musibah tsunami 2004, termasuk dengan mendirikan Rumah Sakit BSMI di Lamlagang serta sejumlah klinik di wilayah Trienggading, Pidie.
"Dalam rangkaian bencana banjir Sumatera, BSMI mengirimkan relawan ke tiga wilayah terdampak, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Dari seluruh wilayah tersebut, Aceh menjadi salah satu yang paling terdampak, khususnya Aceh Tamiang. Karena itu, BSMI mendirikan Posko Medis sekaligus Klinik PPKR di Aceh Tamiang sebagai bentuk pendampingan jangka panjang,” jelasnya.
BSMI menegaskan bahwa kehadirannya di Aceh bukan untuk mencari sensasi atau popularitas, melainkan untuk berjalan bersama masyarakat, mendengar kebutuhan nyata di lapangan, serta menghadirkan solusi kesehatan yang bermartabat dan berkelanjutan.
Dengan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan Islam, BSMI berikhtiar menjadikan Klinik PPKR Aceh Tamiang sebagai pusat pelayanan, pemulihan, dan harapan bagi masyarakat dalam menapaki proses bangkit pascabencana..Sementara itu, PJ Klinik PPKR Aceh Tamiang, Juliansyah Putra, menyampaikan bahwa Klinik Pratama BSMI Aceh Tamiang diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.
“Klinik ini kami rancang agar mudah diakses oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Dengan adanya Klinik PPKR BSMI, warga dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik dan lebih dekat dengan tempat tinggal mereka,” ungkap Juliansyah.
Dukungan juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Mustakim. Ia menilai kehadiran Klinik PPKR BSMI sebagai hasil kolaborasi yang baik antara BSMI dan pemerintah daerah.
“Kami mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin antara BSMI dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Klinik ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga kesehatan lainnya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Tamiang,” ujarnya. (E-4)
Situasi bencana tidak hanya menghadirkan krisis kemanusiaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko jangka panjang terhadap kesehatan anak.
Psikolog klinis Anna Aulia mengungkap mengapa warga desa lebih cepat bangkit pascabencana banjir dibanding warga kota. Simak analisis daya tahan psikologisnya.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya menyasar kebutuhan jangka pendek, tetapi juga perbaikan infrastruktur jangka panjang.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar kegiatan Tarhib Ramadan melalui tradisi Meugang bersama masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pada Senin (16/2).
Jembatan gantung 120 meter di atas Sungai Tamiang menghubungkan Sekerak–Bandar Pusaka dan memulihkan akses pascabanjir bandang November 2025.
DI tengah sawah yang sempat tertimbun lumpur setinggi lutut akibat bencana hidrometeorologi, secercah harapan mulai tumbuh.
AEON menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI sebagai bagian dari upaya mendukung proses pemulihan di Sumatra.
Sekolah tersebut sebelumnya terdampak bencana banjir bandang pada Desember lalu.
Selama lebih dari tiga bulan, untuk sekadar membeli beras, obat-obatan, atau kebutuhan pokok lainnya, warga harus menantang derasnya arus dan licinnya bebatuan sungai.
BENCANA longsor melanda Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, pada 25 November 2025 sekitar pukul 11.00 WIB.
Sufmi Dasco Ahmad mendesak percepatan izin Bea Cukai untuk bantuan diaspora Aceh di Malaysia yang tertahan di Port Klang agar segera disalurkan ke korban bencana Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved