Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BULAN Sabit Merah Indonesia (BSMI) melakukan soft launching Klinik Pusat Pelayanan Kesehatan dan Rehabilitasi (PPKR) Aceh Tamiang pada Minggu (18/1). Hal itu sebagai wujud komitmen pendampingan jangka panjang bagi masyarakat terdampak banjir Sumatra. Klinik PPKR BSMI Aceh Tamiang beralamat di Jalan Medan-Banda Aceh, Medang Ara, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh.
Kehadiran Klinik PPKR BSMI Aceh Tamiang menegaskan bahwa BSMI tidak meninggalkan Aceh meskipun fase tanggap darurat telah berakhir. Klinik ini dihadirkan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses layanan kesehatan yang layak, mudah dijangkau, dan berpihak kepada kelompok rentan.
Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) BSMI, Prof Basuki Supartono, menegaskan bahwa pendirian Klinik PPKR merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan yang berkelanjutan.
“BSMI tidak akan meninggalkan Aceh sampai masyarakat Aceh benar-benar terpenuhi kebutuhan kesehatannya. Bagi kami, kemanusiaan tidak berhenti ketika status bencana dinyatakan selesai. Justru pada masa pemulihan inilah kehadiran yang berkelanjutan sangat dibutuhkan,” ujar Basuki.
Ia menjelaskan bahwa BSMI telah lama hadir mendampingi Aceh sejak musibah tsunami 2004, termasuk dengan mendirikan Rumah Sakit BSMI di Lamlagang serta sejumlah klinik di wilayah Trienggading, Pidie.
"Dalam rangkaian bencana banjir Sumatera, BSMI mengirimkan relawan ke tiga wilayah terdampak, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Dari seluruh wilayah tersebut, Aceh menjadi salah satu yang paling terdampak, khususnya Aceh Tamiang. Karena itu, BSMI mendirikan Posko Medis sekaligus Klinik PPKR di Aceh Tamiang sebagai bentuk pendampingan jangka panjang,” jelasnya.
BSMI menegaskan bahwa kehadirannya di Aceh bukan untuk mencari sensasi atau popularitas, melainkan untuk berjalan bersama masyarakat, mendengar kebutuhan nyata di lapangan, serta menghadirkan solusi kesehatan yang bermartabat dan berkelanjutan.
Dengan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan Islam, BSMI berikhtiar menjadikan Klinik PPKR Aceh Tamiang sebagai pusat pelayanan, pemulihan, dan harapan bagi masyarakat dalam menapaki proses bangkit pascabencana..Sementara itu, PJ Klinik PPKR Aceh Tamiang, Juliansyah Putra, menyampaikan bahwa Klinik Pratama BSMI Aceh Tamiang diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.
“Klinik ini kami rancang agar mudah diakses oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Dengan adanya Klinik PPKR BSMI, warga dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik dan lebih dekat dengan tempat tinggal mereka,” ungkap Juliansyah.
Dukungan juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Mustakim. Ia menilai kehadiran Klinik PPKR BSMI sebagai hasil kolaborasi yang baik antara BSMI dan pemerintah daerah.
“Kami mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin antara BSMI dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Klinik ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga kesehatan lainnya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Tamiang,” ujarnya. (E-4)
Mendagri sebut tolok ukur utama keberhasilan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang adalah kembalinya fungsi pemerintahan dan pelayanan publik.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Matahari Pagi Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Sharing Happiness, Guruverse.id, dan ACF Eduhub sebagai mitra pelaksana.
Bantuan lanjutan ini diharapkan dapat memperkuat semangat warga yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana dan memulihkan kehidupan mereka secara bertahap.
MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), melakukan kunjungan kerja intensif ke Kabupaten Aceh Tamiang.
KOLABORASI lintas BUMN dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana banjir yang melanda Aceh.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
HARAPAN baru mulai tumbuh di tengah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian memperingatkan pemda di Sumatra Utara agar tidak menyelewengkan dana penanganan bencana.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
BADAN Rescue Nasional Demokrasi (NasDem) Sumatera Barat menargetkan pembentukan pengurus Badan Rescue NasDem Daerah (BRND) tingkat kota, kabupaten dan kecamatan yang ada di Sumbar.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved