Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani bencana di sejumlah wilayah Sumatra, meskipun peristiwa tersebut tidak ditetapkan sebagai bencana nasional.
Penegasan itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas mengenai perkembangan pembangunan 600 unit hunian, yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden dari Jakarta, Kamis. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kapasitas negara dalam menangani dampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional, ya masalahnya adalah kita punya 38 provinsi, masalah ini berdampak di tiga provinsi, masih ada 35 provinsi lain. Jadi, kalau kita tiga provinsi sebagai negara kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional," kata Prabowo.
Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak menganggap ringan dampak bencana yang terjadi. Ia menilai keterlibatan langsung para menteri Kabinet Merah Putih di lapangan menunjukkan kesungguhan pemerintah dalam merespons kondisi tersebut.
Prabowo mengungkapkan, saat ini sedikitnya 10 menteri berada di Aceh untuk membantu penanganan pascabencana. Selain itu, dua menteri ditugaskan di Aceh Utara, sementara menteri lainnya juga tersebar di sejumlah daerah terdampak.
"Tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius. Nyatanya, dari seluruh kabinet, hari ini ada berapa menteri di sini ya kan, dua sedang di Aceh Utara, 10 menteri sedang di Aceh sekarang, ada berapa menteri lagi yang sedang di tempat lain," jelasnya.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa pemerintah bekerja secara maksimal dalam upaya pemulihan pascabencana. Ia juga memastikan ketersediaan anggaran yang memadai untuk mendukung seluruh proses penanganan.
"Kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu ya. Kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini," imbuhnya.
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo melakukan peninjauan langsung terhadap struktur dan fasilitas hunian yang dibangun oleh BPI Danantara, yang diberi nama Rumah Hunian Danantara, berlokasi di Kebun Tj Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan bangunan serta kelengkapan fasilitas yang akan digunakan oleh warga terdampak bencana. Sebelum melakukan peninjauan, Prabowo menyempatkan diri menyapa dan berbincang dengan masyarakat yang telah menunggu kedatangannya.
Didampingi Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, Presiden kemudian meninjau hunian yang pembangunannya dimulai pada 24 Desember 2025. Dalam kesempatan tersebut, CEO Danantara Rosan Roeslani turut memaparkan perkembangan terbaru pembangunan hunian kepada Presiden. (Ant/E-4)
BANJIR dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir 2025 meninggalkan dampak berkepanjangan bagi masyarakat setempat.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
LAILATUL BARA'AH atau yang akrab disebut Malam Nisfu Syakban di Provinsi Aceh dirayakan dengan penuh khidmat.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
Perbaikan difokuskan pada ruas Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, yang mengalami kerusakan parah akibat bencana alam pada 25 November 2025 lalu.
Pasalnya sudah hampir tiga bulan usai bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Sumatra, sekolah-sekolah di lokasi itu masih harus belajar berlantai terpal plastik di tenda darurat.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
HARAPAN baru mulai tumbuh di tengah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian memperingatkan pemda di Sumatra Utara agar tidak menyelewengkan dana penanganan bencana.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved