Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Tidak Tetapkan Bencana Nasional, Presiden Jamin Keseriusan Penanganan Bencana Sumatra

Media Indonesia
01/1/2026 15:05
Tidak Tetapkan Bencana Nasional, Presiden Jamin Keseriusan Penanganan Bencana Sumatra
Foto udara sejumlah mobil antre untuk melewati Jalur Rampah usai mengalami longsor di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Jumat (26/12/2025).(Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani bencana di sejumlah wilayah Sumatra, meskipun peristiwa tersebut tidak ditetapkan sebagai bencana nasional.

Penegasan itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas mengenai perkembangan pembangunan 600 unit hunian, yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden dari Jakarta, Kamis. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kapasitas negara dalam menangani dampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

"Masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional, ya masalahnya adalah kita punya 38 provinsi, masalah ini berdampak di tiga provinsi, masih ada 35 provinsi lain. Jadi, kalau kita tiga provinsi sebagai negara kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional," kata Prabowo.

Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak menganggap ringan dampak bencana yang terjadi. Ia menilai keterlibatan langsung para menteri Kabinet Merah Putih di lapangan menunjukkan kesungguhan pemerintah dalam merespons kondisi tersebut.

Prabowo mengungkapkan, saat ini sedikitnya 10 menteri berada di Aceh untuk membantu penanganan pascabencana. Selain itu, dua menteri ditugaskan di Aceh Utara, sementara menteri lainnya juga tersebar di sejumlah daerah terdampak.

"Tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius. Nyatanya, dari seluruh kabinet, hari ini ada berapa menteri di sini ya kan, dua sedang di Aceh Utara, 10 menteri sedang di Aceh sekarang, ada berapa menteri lagi yang sedang di tempat lain," jelasnya.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa pemerintah bekerja secara maksimal dalam upaya pemulihan pascabencana. Ia juga memastikan ketersediaan anggaran yang memadai untuk mendukung seluruh proses penanganan.

"Kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu ya. Kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini," imbuhnya.

Pada hari yang sama, Presiden Prabowo melakukan peninjauan langsung terhadap struktur dan fasilitas hunian yang dibangun oleh BPI Danantara, yang diberi nama Rumah Hunian Danantara, berlokasi di Kebun Tj Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan bangunan serta kelengkapan fasilitas yang akan digunakan oleh warga terdampak bencana. Sebelum melakukan peninjauan, Prabowo menyempatkan diri menyapa dan berbincang dengan masyarakat yang telah menunggu kedatangannya.

Didampingi Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, Presiden kemudian meninjau hunian yang pembangunannya dimulai pada 24 Desember 2025. Dalam kesempatan tersebut, CEO Danantara Rosan Roeslani turut memaparkan perkembangan terbaru pembangunan hunian kepada Presiden. (Ant/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya