Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem yang melanda Kabupaten Pati mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk merendam Jalur Pantura Pati–Juwana tepatnya di sekitar Traffic Light (TL) Widorokandang, Desa Widorokandang, Kecamatan Pati, Rabu (14/1). Kondisi ini berdampak langsung pada perlambatan arus lalu lintas di jalur nasional yang menjadi urat nadi distribusi logistik wilayah Pantura timur.
Merespons situasi tersebut, Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi bersama Pejabat Utama (PJU) Polresta Pati turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring dan pengamanan arus lalu lintas sejak pukul 10.30 WIB.
“Kami ingin memastikan langsung kondisi riil di lapangan, mulai dari genangan air, kelancaran arus kendaraan, hingga kesiapan personel dalam melakukan pengaturan lalu lintas,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi di sela peninjauan.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan genangan air terjadi akibat tingginya curah hujan yang dipicu cuaca ekstrem serta luapan Sungai Silunggonggo. Air menutup sebagian badan jalan dan memperparah kondisi infrastruktur, terutama adanya lubang-lubang jalan yang tidak terlihat oleh pengendara.
“Salah satu penyebab utama perlambatan kendaraan adalah lubang jalan yang tertutup genangan air. Ini sangat berisiko, khususnya bagi kendaraan besar,” tegas Kapolresta Pati.
Arus lalu lintas di kawasan TL Widorokandang didominasi kendaraan berat, terutama truk logistik bermuatan besar. Kondisi tersebut membuat kendaraan harus bergerak dengan kecepatan rendah guna menghindari kecelakaan maupun kerusakan kendaraan.
“Dominasi truk besar membuat pengaturan lalu lintas harus lebih ekstra. Jika terjadi satu insiden saja, dampaknya bisa memicu kemacetan panjang,” katanya.
Dalam pengamanan tersebut, Kapolresta Pati memastikan personel Satuan Lalu Lintas telah disiagakan di titik-titik rawan untuk melakukan pengaturan, penguraian antrean, serta antisipasi kemacetan berkepanjangan.
“Kami sudah menginstruksikan anggota untuk siaga penuh, melakukan pengaturan secara situasional, dan menyiapkan rekayasa lalu lintas apabila diperlukan,” jelasnya.
Kapolresta Pati menegaskan bahwa kawasan TL Widorokandang menjadi fokus utama pengamanan karena merupakan simpul pertemuan arus kendaraan dari arah Pati, Juwana, Rembang, dan Kudus dengan volume lalu lintas yang cukup tinggi.
“Ini titik krusial, sehingga pengaturan harus tepat dan responsif agar arus kendaraan tetap bergerak meskipun terbatas,” ungkapnya.
Selain pengaturan di lapangan, Kapolresta Pati juga menekankan pentingnya penyampaian informasi kondisi lalu lintas kepada masyarakat secara cepat melalui kanal resmi. “Kami minta informasi situasi lalu lintas terus diperbarui agar masyarakat bisa menyesuaikan perjalanan dan memilih jalur alternatif,” ujarnya.
Mengakhiri pemantauan, Kapolresta Pati mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar, untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. “Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan kecepatan, patuhi arahan petugas, dan tetap waspada terhadap genangan serta lubang jalan,” pungkasnya.
Polresta Pati memastikan pemantauan dan pengamanan akan terus dilakukan selama kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi menimbulkan banjir, guna menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Jalur Pantura.(H-2)
Kerugian ditimbulkan akibat bencana banjir di Kabupaten Pati sejak Jumat (9/1) hingga Minggu (18/1) mencapai Rp637,5 miliar,
Akibat intensitas hujan yang masih tinggi dan belum teratasinya sejumlah tanggul sungai yang jebol serta luapan sungai, banjir di daerah ini kembali meninggi.
Banjir di Pati, Jawa Tengah, yang telah berlangsung selama 8 hari, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Langkah darurat yang segera dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca dengan mengerahkan tiga pesawat guna mengurangi intensitas hujan.
POLSEK Juwana bersama Forkopimcam Juwana mendirikan posko dan dapur umum untuk membantu warga terdampak banjir di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mengintensifkan langkah penanganan cuaca ekstrem yang berdampak pada banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
KPK menggelar OTT di Pati dan menangkap sejumlah pejabat daerah. Identitas dan perkara masih didalami, status hukum diumumkan dalam 1x24 jam.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Kerugian ditimbulkan akibat bencana banjir di Kabupaten Pati sejak Jumat (9/1) hingga Minggu (18/1) mencapai Rp637,5 miliar,
Banjir di Pati, Jawa Tengah, yang telah berlangsung selama 8 hari, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Banjir setinggi 20-30 centimeter merendam Jalur Pantura Pati-Rembang sepanjang 500 meter, akibat Sungai Widodaren di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved