Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti dampak panjang dari kasus dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa yang menjerat Bupati Pati, Sudewo (SDW). Praktik lancung ini dinilai bukan sekadar tindak pidana pemerasan biasa, melainkan ancaman serius yang berisiko menciptakan gelombang korupsi baru di tingkat akar rumput.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa aparatur desa yang mendapatkan jabatan melalui skema pemerasan cenderung akan terjebak dalam pola pikir "balik modal".
Kekhawatiran ini muncul karena biaya besar yang dikeluarkan untuk menduduki jabatan tersebut sering kali memicu pencarian keuntungan ilegal di masa depan.
“Setelah menjabat, para aparatur pemerintahan desa ini bukan lagi memikirkan bagaimana memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat, tetapi justru bagaimana mengembalikan sejumlah uang yang digunakan untuk mendapatkan posisi tersebut,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1).
Asep menegaskan bahwa penindakan tegas terhadap Bupati Pati menjadi sangat krusial. Menurutnya, proses pengisian jabatan yang bersih adalah fondasi utama dari tata kelola pemerintahan yang sehat.
Jika proses awalnya sudah dicemari dengan pemerasan, maka integritas pejabat yang terpilih akan runtuh sejak hari pertama bekerja.
“Praktik pemerasan dalam proses pengisian jabatan perangkat desa tidak hanya mencederai prinsip keadilan dan meritokrasi, tetapi juga menciptakan potensi risiko korupsi di kemudian hari,” tegasnya.
Langkah hukum ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif untuk memutus mata rantai korupsi sejak dini, sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap sistem pemerintahan, mulai dari level kabupaten hingga ke tingkat desa.
Kasus ini mencuat setelah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Pati pada 19 Januari 2026.
Dalam operasi tersebut, Sudewo ditangkap bersama tujuh orang lainnya. Setelah pemeriksaan intensif, pada 20 Januari 2026, KPK resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka terkait pemerasan jabatan perangkat desa ini.
Selain Sudewo, tiga orang lainnya yang menyandang status tersangka adalah:
Tidak hanya tersandung kasus di lingkup Pemerintah Kabupaten Pati, Sudewo juga diumumkan sebagai tersangka dalam kasus lain. KPK mengungkap keterlibatan Bupati Pati tersebut dalam dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. (Ant/Z-1)
KPK mendalami dugaan aliran uang yang terafiliasi Bupati nonaktif Pati Sudewo melalui koperasi. Sejumlah saksi telah diperiksa penyidik di Gedung Merah Putih.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Pati Sudewo selama 40 hari terkait kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa.
Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) tengah menelusuri latar belakang kosongnya 601 jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
KPK menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra pada 3 Februari 2026 difokuskan pada perencanaan anggaran dana desa.
Penggeledahan terkait kasus Sudewo ini dilakukan dalam waktu sepekan. KPK juga menemukan uang yang diduga disimpan untuk Bupati nonaktif Pati itu.
SEJUMLAH pejabat, camat, kepala desa hingga pihak swasta diperiksa penyidik KPK di Kantor Polresta Pati, Rabu (28/1) terkait kasus korupsi Bupati Pati Sudewo
KPK mendalami dugaan aliran uang yang terafiliasi Bupati nonaktif Pati Sudewo melalui koperasi. Sejumlah saksi telah diperiksa penyidik di Gedung Merah Putih.
Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) tengah menelusuri latar belakang kosongnya 601 jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
KPK menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra pada 3 Februari 2026 difokuskan pada perencanaan anggaran dana desa.
Adapun tiga saksi yang diperiksa hari ini berasal dari berbagai jenjang pemerintahan di tingkat desa dan kecamatan.
Penggeledahan terkait kasus Sudewo ini dilakukan dalam waktu sepekan. KPK juga menemukan uang yang diduga disimpan untuk Bupati nonaktif Pati itu.
SEJUMLAH pejabat, camat, kepala desa hingga pihak swasta diperiksa penyidik KPK di Kantor Polresta Pati, Rabu (28/1) terkait kasus korupsi Bupati Pati Sudewo
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved