Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi merata di berbagai daerah Senin (12/1), hujan badai dan gelombang tinggi hingga 2,5 meter juga masih berlangsung perairan Jawa Tengah, diminta warga mewaspadai dampak kondisi cuaca tersebut.
Sejak pagi hujan ringan-sedang mengguyur sejumlah daerah di Pantura dan Jawa Tengah bagian timur, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang semakin meningkat secara merata, bahkan cuaca ekstrem kembali berlangsung di daerah di Jawa Tengah hingga dapat berdampak bencana hidrometeorologi.
Hujan petir dan badai, gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah, sehingga diminta warga beraktifitas di perairan tersebut untuk waspada. "Cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran, saat kecepatan angin diatas 15 knot," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila.
Kondisi cuaca di berbagai kawasan perairan yang buruk tersebut, ungkap Shafira Tsanyfadhila, menjadikan warga beraktivitas di laut seperti kapal nelayan, tongkang, angkutan barang dan penumpang serta penyeberangan antar pulau untuk waspada, meskipun air laut pasang (rob) sudah kembali menurun.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida mengatakan cuaca ekstrem juga masih berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah Senin (12/1) sehingga diminta warga baik di dataran tinggi, sedang maupun rendah untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Daerah di Jawa Tengah kembali berpotensi cuaca ekstrem, menurut Risca Maulida, terjadi cukup merata yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara dan Demak.
Selain itu daerah lainnya, lanjut Risca Maulida, juga berpotensi cuaca ekstrem meliputi Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Surakarta, Salatiga, Semarang, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
"Angin berhembus dari barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen," ujar Risca Maulida Senin (12/1).(H-2)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
INTENSITAS cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius pada sektor industri maritim.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved