Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Menhan Sjafrie Pimpin Satgas Kuala di Aceh Tamiang, Alat Berat Mulai Dikerahkan Dua Pekan Lagi

Rahmatul Fajri
04/1/2026 21:38
Menhan Sjafrie Pimpin Satgas Kuala di Aceh Tamiang, Alat Berat Mulai Dikerahkan Dua Pekan Lagi
Ilustrasi(Dok Istimewa)

MENTERI Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin bergerak cepat dalam upaya percepatan rehabilitasi wilayah pasca-banjir di Provinsi Aceh. Sjafrie memimpin langsung peninjauan lapangan dan rapat koordinasi persiapan Satuan Tugas (Satgas) Kuala di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (4/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie melakukan peninjauan udara (helicopter view) untuk memetakan sedimentasi sungai secara menyeluruh, dilanjutkan dengan menyisir langsung alur sungai hingga ke kawasan muara Tamiang menggunakan kapal. Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan teknis pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan hebat.

Sjafrie menegaskan bahwa pengerahan alat berat oleh Satgas Kuala akan dimulai dalam dua pekan ke depan. Langkah ini diambil agar normalisasi sungai dapat berjalan selaras dengan program rekonstruksi yang sedang dijalankan oleh pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga terkait.

“Normalisasi sungai dan muara harus segera berjalan. Kami menargetkan pengerahan alat berat dimulai dua minggu lagi agar pemulihan akses transportasi air dan aktivitas nelayan kembali normal,” ujar Sjafrie.

Fokus pada Pemulihan Ekonomi

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Wakil Panglima TNI, Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur, Pangdam Iskandar Muda, hingga Bupati Aceh Tamiang.

Sjafrie menekankan bahwa pembentukan Satgas Kuala memiliki misi strategis yang melampaui sekadar pengerukan fisik. Proyek ini diharapkan menjadi mesin penggerak pemulihan ekonomi bagi warga yang menggantungkan hidup di sepanjang bantaran sungai dan kawasan muara.

“Pembentukan Satgas ini tidak hanya soal normalisasi alur, tetapi untuk menguatkan kembali perekonomian masyarakat, mulai dari sektor pertanian hingga perdagangan lokal yang lumpuh akibat pendangkalan dan banjir,” tegasnya.

Adapun, Satgas Kuala dipimpin oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Jhon Lin juga merupakan bagian dari Satgas Kuala yang melibatkan 200 orang tersebut.

Satgas Kuala telah menyusun rencana operasional mendalam untuk normalisasi wilayah pesisir di Aceh Tamiang. Langkah awal dimulai dengan peninjauan lapangan di sepanjang alur Kuala Tamiang hingga batas muara laut guna menentukan jenis alat berat yang dibutuhkan serta mekanisme pengerjaan yang paling efektif di lapangan.

Pasca-peninjauan, otoritas terkait langsung melakukan evaluasi untuk membagi tugas ke dalam dua kelompok kerja utama, yakni Gugus Tugas Pendalaman Kuala Tamiang dan Gugus Tugas Normalisasi atau pembersihan kuala. Untuk mendukung pergerakan di medan tersebut, proses mobilisasi kapal dan peralatan pendukung ditargetkan selesai pada minggu kedua Januari 2026 menuju titik kumpul di area muara, sebelum pelaksanaan tugas utama dimulai secara resmi pada awal Februari 2026.

Seluruh dukungan logistik operasi ini disediakan sepenuhnya oleh Kementerian Pertahanan dengan mengerahkan fasilitas taktis seperti speed boat hingga hovercraft. Selain itu, Gugus Tugas Normalisasi akan dibekali dengan peralatan penjernih air khusus untuk memastikan kualitas air di lokasi pengerjaan tetap terjaga dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Dari sisi manajerial, Mabes TNI akan menangani seluruh prosedur administrasi lingkungan, sementara aspek kesiapan personel dijamin melalui sistem perawatan kesehatan mandiri yang disiapkan secara internal oleh Satgas Kuala.

Adapun pusat kendali operasional akan bertempat di Kapal Markas Kemhan dengan pengawalan ketat dari KRI. Dalam pelaksanaannya, Satgas tetap melakukan koordinasi intensif bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, di mana saat ini masing-masing gugus tugas tengah merampungkan rencana kegiatan pelaksanaan mendetail demi memastikan target normalisasi tercapai secara efektif dan tepat waktu. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya