Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Menhan Sjafrie dan Menhan Australia Sepakat Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Rahmatul Fajri
12/3/2026 19:20
Menhan Sjafrie dan Menhan Australia Sepakat Perkuat Kerja Sama Pertahanan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

MENTERI Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menhan Australia, Richard Marles, di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan strategis untuk mengakselerasi implementasi Jakarta Treaty serta rencana pengaktifan kembali Morotai sebagai pusat latihan militer bersama berskala internasional.

Menhan Sjafrie mengungkapkan, poin utama dari pertemuan bilateral ini adalah mempercepat realisasi Jakarta Treaty atau Traktat Keamanan Bersama yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan PM Anthony Albanese pada Februari lalu.

“Intinya adalah mengakselerasi Jakarta Treaty, yaitu bagaimana implementasi pertahanan kita tingkatkan. Hubungan negara dengan negara sangat tergantung pada hubungan personal antar-institusi tersebut,” ujar Sjafrie di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pengembangan Morotai di Maluku Utara menjadi pangkalan militer terpadu dan pusat latihan bersama. Morotai memiliki nilai sejarah kuat karena merupakan basis militer strategis Sekutu pada Perang Dunia II.

Sjafrie menegaskan, infrastruktur pertahanan yang sudah ada di Morotai akan diperbaiki untuk digunakan bersama. Namun, ia menekankan bahwa pangkalan ini tidak hanya terbuka untuk Australia, melainkan juga bagi negara-negara tetangga lainnya dalam kerangka latihan gabungan internasional.

“Kita tidak ingin negara kita menutup diri. Kita ingin open-minded dengan negara-negara lain. Morotai akan disiapkan sebagai pangkalan militer terpadu (udara, laut, darat) untuk memperkuat pertahanan di bibir Pasifik,” imbuhnya.

Sjafrie dan Marles juga menyaksikan penandatanganan teknis implementasi Jakarta Treaty oleh jajaran Dirjen Strahan kedua negara. Menurut Sjafrie, traktat ini membuka jalan bagi TNI untuk tidak hanya menjadi tentara rakyat dan tentara pejuang, tetapi juga berperan aktif sebagai tentara internasional dalam menjaga stabilitas kawasan.

Saat ini, Lanud Leo Wattimena di Morotai terus dikembangkan menjadi garda terdepan pertahanan Indonesia di utara Maluku. Pengembangan tersebut mencakup penguatan satuan radar, rudal, detasemen pertahanan udara, hingga pangkalan TNI AL. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya