Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan kelancaran proyek pengerukan sedimentasi di Muara Kuala Penaga, Aceh Tamiang, Aceh. Proyek yang dijalankan oleh Satgas Kuala ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menangani dampak banjir besar yang sempat melumpuhkan wilayah tersebut.
Sjafrie mengatakan pengerukan muara ini menjadi bagian dari program mitigasi bencana jangka panjang. Dengan berkurangnya sedimentasi, kapasitas tampung air di bagian hilir meningkat sehingga aliran air dari hulu menuju laut menjadi lebih lancar dan risiko luapan di kawasan permukiman dapat ditekan.
“Langkah pengerukan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam merespons bencana secara holistik. Kita tidak hanya memperbaiki apa yang rusak, tetapi juga memastikan masa depan masyarakat menjadi lebih baik,” ujar Sjafrie melalui keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Selain fungsi mitigasi, normalisasi muara ini juga membawa dampak langsung bagi kedaulatan ekonomi masyarakat pesisir. Selama ini, pendangkalan muara sering menyebabkan kapal nelayan kandas atau harus menunggu pasang tinggi untuk bisa melaut.
Pengerukan alur dipastikan akan mempermudah akses kapal keluar-masuk, yang secara otomatis meningkatkan efisiensi waktu dan biaya operasional para nelayan. Produktivitas sektor perikanan di Aceh Tamiang diharapkan kembali terdongkrak setelah sempat terdampak bencana.
Sjafrie mengatakan pihaknya terus memantau progres pekerjaan Satgas Kuala agar normalisasi ini segera tuntas dan mampu memberikan perlindungan menyeluruh bagi warga Aceh Tamiang dari ancaman banjir serupa di masa mendatang.
“Kita memastikan keamanan lingkungan sekaligus kedaulatan ekonomi masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.(H-2)
Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada November 2025 lalu mengubah semuanya. Rumah yang telah puluhan tahun menjadi tempat berkumpul keluarga hanyut,
Situasi bencana tidak hanya menghadirkan krisis kemanusiaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko jangka panjang terhadap kesehatan anak.
Psikolog klinis Anna Aulia mengungkap mengapa warga desa lebih cepat bangkit pascabencana banjir dibanding warga kota. Simak analisis daya tahan psikologisnya.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya menyasar kebutuhan jangka pendek, tetapi juga perbaikan infrastruktur jangka panjang.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar kegiatan Tarhib Ramadan melalui tradisi Meugang bersama masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pada Senin (16/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved