Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Pestisida di Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Usulkan Penanganan Jangka Pendek dan Strategi Panjang

Media Indonesia
15/2/2026 16:03
Pestisida di Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Usulkan Penanganan Jangka Pendek dan Strategi Panjang
Ilustrasi.(Antara Foto)

PENCEMARAN pestisida di Sungai Cisadane dapat ditangani melalui restorasi ekosistem sungai lewat rehabilitasi zona riparian. Hal itu disampaikan Peneliti dari Pusat Riset Limnologi dan Sumberdaya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ignasius Sutapa.

Ia mengusulkan mitigasi jangka pendek dan strategi jangka panjang untuk penanganan pencemaran pestisida di Sungai Cisadane

Untuk mitigasi jangka pendek, ia merekomendasikan penutupan sementara intake air baku PDAM di zona terdampak, peningkatan pemantauan kualitas air secara real-time.

Selain itu, perlu edukasi pada masyarakat agar mereka tak menggunakan air sungai hingga dinyatakan aman.

Ia juga mengusulkan netralisasi atau remediasi in-situ ketika sumber pencemaran di Sungai Cisadane masih teridentifikasi.

Untuk strategi jangka panjang, Ignasius mengatakan hal itu bisa dimulai dari penguatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku pencemaran B3, pembangunan sistem peringatan dini berbasis sensor kualitas air online.

Pemerintah, sambung dia, juga bisa melakukan diversifikasi sumber air baku untuk meningkatkan ketahanan air saat terjadi krisis.

Untuk restorasi terhadap ekosistem sungai melalui rehabilitasi zona riparian dinilai sangat krusial guna meningkatkan kapasitas alami sungai dalam menyaring polutan.

Masyarakat juga diimbau agar tak panik dan mengikuti instruksi pemerintah serta perusahaan daerah penyedia air minum (PDAM).

"Kami mengimbau agar tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi pemerintah dan PDAM. Jangan menggunakan air sungai untuk memasak, minum, mencuci, atau mandi sampai ada pernyataan bahwa air telah aman," tutur dia. (Ant/H-4)
    
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya