Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq resmi mengambil langkah hukum tegas terhadap PT Biotek Saranatama, pemilik gudang pestisida yang mencemari Sungai Cisadane sejauh 22,5 kilometer. Pencemaran masif ini dipicu oleh kebakaran gudang di Tangerang Selatan yang mengakibatkan residu racun mengalir bebas ke sungai hingga menjangkau wilayah Kabupaten Tangerang.
Pencemaran ini bermula dari insiden kebakaran hebat di kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD, Setu, pada Senin, 9 Februari 2026. Sebanyak 20 ton pestisida jenis cypermetrin dan profenofos dilaporkan terbakar, dan air sisa pemadaman yang bercampur zat kimia tersebut mengalir ke Sungai Jeletreng hingga bermuara di Sungai Cisadane.
Dalam tinjauan lapangan di Tangerang, Jumat (13/2/2026), Menteri Hanif mengungkapkan temuan mengejutkan bahwa gudang tersebut tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kelalaian ini dianggap sebagai kesalahan fatal yang memperparah dampak ekologis di aliran sungai.
Pemerintah memastikan tidak akan memberikan toleransi bagi perusak lingkungan. Kementerian LH akan menempuh jalur hukum ganda untuk memberikan efek jera kepada pihak perusahaan dan pengelola kawasan.
"Untuk pidana, nanti Pak Kapolres yang akan menindaklanjutinya. Kemudian dari sisi perdatanya kita akan ambil sebagaimana dimaksudkan di dalam Pasal 87 dan 90 UU Nomor 32/2009," ujar Hanif.
Menteri Hanif menekankan prinsip polluter pays principle, di mana setiap pencemar wajib bertanggung jawab penuh atas kerugian lingkungan serta upaya pemulihan yang harus dilakukan.
Pencemaran ini telah menyebabkan kematian massal biota sungai, termasuk ikan mas, patin, nila, hingga ikan sapu-sapu. Aliran air sungai dilaporkan berubah warna menjadi putih pekat dan mengeluarkan aroma kimia yang menyengat hingga ke wilayah Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten saat ini tengah melakukan percepatan pembersihan dan menargetkan Sungai Cisadane kembali normal dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan. Petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC2) juga dikerahkan untuk memantau pergerakan limbah di sepanjang aliran sungai.
Masyarakat di sepanjang bantaran sungai diimbau untuk sementara tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan konsumsi maupun mencuci. KLH juga telah mengambil sampel air dan biota mati untuk uji laboratorium toksikologi guna memastikan tingkat bahaya residu pestisida tersebut terhadap kesehatan manusia. (Ant/H-3)
Kepala BRIN Arif Satria terjunkan tim ahli untuk teliti dampak 20 ton pestisida di Sungai Cisadane. Warga dilarang gunakan air sungai demi kesehatan.
DLH Banten menargetkan pembersihan limbah pestisida di Sungai Cisadane selesai dalam dua minggu. Warga dilarang gunakan air sungai akibat risiko racun B3.
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq mengungkap gudang pestisida PT BS di Tangerang tak miliki IPAL. Sanksi pidana dan perdata menanti pelaku pencemaran Cisadane.
KLH melakukan pemeriksaan atas insiden kebakaran gudang milik Biotek Saranatama yang mengakibatkan cairan pestisida mengalir ke Sungai Jeletreng, anak Sungai Cisadane.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merilis temuan terbaru terkait insiden pencemaran Sungai Cisadane.
DLH Banten menargetkan pembersihan limbah pestisida di Sungai Cisadane selesai dalam dua minggu. Warga dilarang gunakan air sungai akibat risiko racun B3.
WARGA di wilayah Tangerang kini dibayangi ancaman kesehatan serius setelah hasil penelitian terbaru menunjukkan adanya peningkatan drastis cemaran pestisida di aliran Sungai Cisadane.
KLH/BPLH periksa PT Biotek Saranatama usai kebakaran 20 ton pestisida cemari Sungai Cisadane hingga 22,5 km dan sebabkan ikan mati massal.
PENYALURAN pupuk bersubsidi dan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) hingga perbaikan sistem irigasi, dianggap menjadi fondasi penting dalam transisi pertanian.
Penelitian terbaru menunjukkan asupan buah dan sayur tertentu berpengaruh langsung pada residu pestisida dalam urine.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved