Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

BRIN Terjunkan Tim Ahli Teliti Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane

Putri Rosmalia Octaviyani
13/2/2026 21:20
BRIN Terjunkan Tim Ahli Teliti Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane
Pengambilan sampel air sungai Cisadane.(Dok. Antara)

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi menerjunkan tim ahli untuk mendalami kasus pencemaran Sungai Cisadane, Banten. Langkah ini diambil guna memberikan kajian ilmiah komprehensif terkait dampak paparan zat kimia pestisida pasca-kebakaran gudang pestisida di Tangerang Selatan.

Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan personel di lapangan untuk memetakan kronologi dan sebaran polutan secara presisi. Tim riset akan segera memproses temuan lapangan untuk menentukan langkah pemulihan ekosistem yang tepat.

"Untuk Cisadane segera, nanti saya dengan tim akan belajar. Saya masih ingin memanggil dari tim yang sudah bergerak, seperti apakah case-nya, nah kemudian kita akan selesaikan segera," ujar Arif Satria di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Kajian Ilmiah Dampak 20 Ton Pestisida

Keterlibatan BRIN menjadi krusial mengingat skala pencemaran pestisida di sungai Cisadane yang dilaporkan telah meluas hingga 22,5 kilometer, mencakup wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga Kabupaten Tangerang. Pencemaran ini dipicu oleh tumpahnya sekitar 20 ton cairan pestisida yang bercampur dengan air sisa pemadaman kebakaran dari gudang PT BS di Taman Tekno BSD.

Fokus utama penelitian BRIN meliputi:

  • Analisis residu kimia pada sedimen dasar sungai.
  • Uji kualitas air pada parameter kimiawi berbahaya.
  • Studi toksikologi terhadap biota akuatik yang mati massal.
  • Pemetaan sebaran polutan di sepanjang 22,5 km aliran sungai.

Peringatan Darurat Kesehatan:

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengimbau masyarakat di sepanjang aliran Sungai Cisadane untuk:

  • Hindari Kontak Langsung: Air sungai berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata akut.
  • Bahaya Inhalasi: Uap dari sisa residu pestisida dapat memicu gangguan pernapasan serius.
  • Konsumsi Ikan: Dilarang mengonsumsi ikan yang ditemukan mati atau ditangkap dari area terdampak.

Ancaman Ekosistem dan Kematian Biota Akuatik

Dampak ekologis dari insiden ini terlihat nyata dengan kematian berbagai biota akuatik. Laporan lapangan menunjukkan ribuan ikan mas, ikan baung, ikan patin, ikan nila, hingga ikan sapu-sapu mengambang di permukaan sungai. Kondisi ini menandakan kerusakan rantai makanan yang signifikan di ekosistem perairan Tangerang Raya.

Menteri LH menegaskan bahwa air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia menjadi penyebab utama meluasnya polusi. "Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di sekitarnya," kata Hanif.

BRIN bersama Kementerian Lingkungan Hidup akan terus melakukan pengujian laboratorium berkala hingga kadar racun di Sungai Cisadane dinyatakan kembali ke ambang batas aman bagi lingkungan dan manusia.

(Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya