Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Pestisida di Sungai Cisadane, BRIN : Airnya Jernih tapi Ancaman Toksik Tersimpan

Media Indonesia
15/2/2026 15:45
Pestisida di Sungai Cisadane, BRIN : Airnya Jernih tapi Ancaman Toksik Tersimpan
Ikan mati tergeletak di bantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten, Kamis (12/2/2026).( ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/foc.)

PERISET dari Pusat Riset Limnologi dan Sumberdaya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ignasius Sutapa mengatakan pencemaran Sungai Cisadane oleh pestisida dapat menimbulkan efek kesehatan. Meskipun  air permukaan sungai itu bisa tampak jernih kembali, tapi ada ancaman toksik di lapisan sedimen.

Kandungan air dengan toksik itu, sambung dia, bisa terlepas ke aliran air sehingga apabila ikan dari Sungai Cisadane dikonsumsi masyarakat, berisiko menimbulkan efek kesehatan kronis.

Ia menjelaskan bahwa potensi bioakumulasi dan biomagnifikasi dari perpindahan residu pestisida atau metabolit yang terakumulasi di jaringan organisme air. Kemudian, itu akan berpindah ke predator tingkat lebih tinggi, juga manusia apabila mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane.

"Risiko ini membuat pencemaran tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga berpotensi menimbulkan efek kesehatan kronis," ucap dia.

Kontaminasi pestisida di Sungai Cisadane, sambung dia, sudah mencapai sedimen dasar sungai yang menyebabkan adanya pelepasan racun sekunder untuk jangka waktu lebih lama.

Bahaya itu bisa terjadi saat ada kontak langsung dengan air sungai itu seperti mandi dan mencuci ataupun konsumsi air baku atau ikan yang telah tercemar.

Paparan dari pestisida tertentu dapat menyebabkan gejala akut seperti mual, pusing, gangguan saraf, hingga kematian tergantung dosis paparan.

"Dalam jangka panjang, paparan kronis berpotensi memicu gangguan endokrin, kerusakan organ, bahkan risiko karsinogenik," terang dia.

Oleh karena itu, ia merekomendasikan adanya penutupan sementara air baku oleh PDAM disertai pemanatuan kualitas air. (Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya