Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Banten melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menetapkan target pemulihan kondisi Sungai Cisadane yang tercemar limbah kimia berbahaya pestisida. Proses pembersihan residu pestisida di sungai Cisadane tersebut diperkirakan membutuhkan waktu satu hingga dua minggu ke depan.
Langkah darurat ini diambil menyusul insiden kebakaran hebat di gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama (PT BS) di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, pada Senin (9/2/2026). Kebakaran tersebut mengakibatkan sekitar 20 ton bahan kimia pestisida meluap dan mengalir langsung ke badan sungai melalui aliran Sungai Jaletreng.
Kepala DLH Banten, Wawan Gunawan, menjelaskan bahwa penanganan pencemaran sungai Cisadane ini melibatkan koordinasi intensif antara pemerintah pusat dan daerah. Mengingat kewenangan pengelolaan sungai berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC2), pola pembersihan akan difokuskan pada pengangkatan sampah dan material yang terindikasi mengandung zat kimia berbahaya.
"Pihak otoritas juga mengharapkan faktor hidrologis, seperti curah hujan yang cukup tinggi, dapat membantu mempercepat proses pengenceran alami. Namun, material fisik yang terkontaminasi tetap harus dibuang sesuai prosedur penanganan limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3)," ujar Wawan di Serang.
Data dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menunjukkan bahwa sebaran pencemaran telah meluas hingga 22,5 kilometer. Dampak ini mencakup tiga wilayah administratif sekaligus, yakni Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga Kabupaten Tangerang.
Kerusakan ekosistem terlihat nyata dengan temuan ribuan biota perairan yang mati mengambang, mulai dari ikan mas, baung, patin, nila, hingga ikan sapu-sapu. Tim KLH/BPLH telah mengamankan 10 sampel ikan mati dan mengambil sampel air di titik hulu serta hilir untuk pengujian toksikologi lebih lanjut di laboratorium.
Selain fokus pada pembersihan, penegakan hukum kini tengah berjalan. Polres Tangerang Selatan bersama KLH sedang mendalami unsur pidana dalam kasus ini, terutama setelah ditemukan fakta bahwa gudang pestisida tersebut tidak memiliki fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa audit lingkungan secara menyeluruh akan dilakukan terhadap pengelola kawasan pergudangan Taman Tekno BSD untuk memastikan standar keselamatan Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) dipatuhi secara ketat guna melindungi warga Tangerang Raya.
(Ant/H-3)
Kepala BRIN Arif Satria terjunkan tim ahli untuk teliti dampak 20 ton pestisida di Sungai Cisadane. Warga dilarang gunakan air sungai demi kesehatan.
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq mengungkap gudang pestisida PT BS di Tangerang tak miliki IPAL. Sanksi pidana dan perdata menanti pelaku pencemaran Cisadane.
Menteri LH Hanif Faisol menggugat PT Biotek Saranatama terkait pencemaran pestisida di Sungai Cisadane. Simak update penanganan dan dampak ekologisnya.
Pemkot Tangerang Selatan bergerak cepat menangani pencemaran residu kimia akibat kebakaran gudang pestisida di Taman Tekno Setu.
Residu kimia yang masuk ke aliran sungai telah memicu kematian massal biota akuatik.
Kepala BRIN Arif Satria terjunkan tim ahli untuk teliti dampak 20 ton pestisida di Sungai Cisadane. Warga dilarang gunakan air sungai demi kesehatan.
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq mengungkap gudang pestisida PT BS di Tangerang tak miliki IPAL. Sanksi pidana dan perdata menanti pelaku pencemaran Cisadane.
Menteri LH Hanif Faisol menggugat PT Biotek Saranatama terkait pencemaran pestisida di Sungai Cisadane. Simak update penanganan dan dampak ekologisnya.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merilis temuan terbaru terkait insiden pencemaran Sungai Cisadane.
KLH melakukan pemeriksaan mendalam terkait insiden kebakaran gudang milik PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan pada Februari 2026 yang menyebabkan pencemaran sungai Cisadane.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved