Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Sungai Cisadane Tercemar Pestisida Level Tinggi, Risiko Kanker Intai Warga Tangerang

Putri Rosmalia Octaviyani
11/2/2026 20:17
Sungai Cisadane Tercemar Pestisida Level Tinggi, Risiko Kanker Intai Warga Tangerang
Warga beraktivitas dii Sungai Cisadane, Kota Tangerang.(Dok. Antara)

WARGA di wilayah Tangerang kini dibayangi ancaman kesehatan serius setelah hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa Sungai Cisadane tercemar Pestisida dengan level tinggi. Kandungan zat kimia berbahaya di Sungai Cisadane telah mencapai level yang dapat meningkatkan risiko kanker bagi masyarakat yang bergantung pada aliran sungai tersebut.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang, Banten, bergerak cepat melakukan uji laboratorium terhadap sampel air Sungai Cisadane. Langkah ini diambil menyusul adanya dugaan pencemaran berat akibat residu bahan kimia dan pestisida di sungai Cisadane.

Pencemaran sungai Cisadane ini dipicu oleh insiden kebakaran hebat yang menghanguskan sebuah gudang pestisida di kawasan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin (9/2/2026).

Penyebab dan Dampak Pencemaran Sungai Cisadane

Kepala Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Kabupaten Tangerang, Ari Margo, menjelaskan bahwa uji kualitas air ini merupakan tindak lanjut wajib karena aliran sungai yang terdampak mengarah ke wilayah hilir di Kabupaten Tangerang.

Residu kimia dari pemadaman api di gudang pestisida tersebut dilaporkan masuk ke aliran drainase dan bermuara di Sungai Cisadane. Dampaknya mulai terlihat nyata dengan perubahan kondisi fisik air dan ekosistem sungai.

Wilayah Terdampak di Hilir Kabupaten Tangerang

Pihak DLH memfokuskan pengecekan di beberapa titik hilir yang menjadi wilayah aliran utama Sungai Cisadane. Berikut adalah wilayah yang berpotensi terdampak residu kimia:

Kecamatan Status Pantauan
Teluknaga Prioritas Hilir
Kosambi Prioritas Hilir
Pakuhaji Prioritas Hilir
Sepatan Pantauan Aliran

Proses Uji Laboratorium dan Temuan Lapangan

Proses pengambilan sampel air telah dilakukan untuk mengetahui secara mendalam komposisi kandungan cemaran dan potensi hidrogen (pH) air. Namun, masyarakat diminta bersabar karena hasil akurat dari uji laboratorium ini memerlukan waktu sekitar dua pekan.

Di lokasi berbeda, DLH Kota Tangsel melalui Kepala Seksi Pengendalian, Pencemaran, dan Pengawasan Lingkungan (P3L), Hadiman, mengonfirmasi bahwa pencemaran sungai Cisadane berasal dari cairan kimia yang terbawa air saat petugas pemadam kebakaran melakukan penyemprotan di lokasi gudang yang terbakar.

Laporan lapangan menunjukkan kondisi air berubah warna menjadi putih keruh dengan aroma menyengat. Selain itu, banyak ditemukan bangkai ikan yang mengambang mati akibat terpapar racun pestisida di aliran anak kali yang mengarah ke sungai Cisadane.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang terus melakukan pengawasan ketat di sepanjang bantaran sungai untuk memastikan tidak ada aktivitas warga yang membahayakan kesehatan di area terdampak pencemaran. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya