Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA di wilayah Tangerang kini dibayangi ancaman kesehatan serius setelah hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa Sungai Cisadane tercemar Pestisida dengan level tinggi. Kandungan zat kimia berbahaya di Sungai Cisadane telah mencapai level yang dapat meningkatkan risiko kanker bagi masyarakat yang bergantung pada aliran sungai tersebut.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang, Banten, bergerak cepat melakukan uji laboratorium terhadap sampel air Sungai Cisadane. Langkah ini diambil menyusul adanya dugaan pencemaran berat akibat residu bahan kimia dan pestisida di sungai Cisadane.
Pencemaran sungai Cisadane ini dipicu oleh insiden kebakaran hebat yang menghanguskan sebuah gudang pestisida di kawasan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin (9/2/2026).
Kepala Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Kabupaten Tangerang, Ari Margo, menjelaskan bahwa uji kualitas air ini merupakan tindak lanjut wajib karena aliran sungai yang terdampak mengarah ke wilayah hilir di Kabupaten Tangerang.
Residu kimia dari pemadaman api di gudang pestisida tersebut dilaporkan masuk ke aliran drainase dan bermuara di Sungai Cisadane. Dampaknya mulai terlihat nyata dengan perubahan kondisi fisik air dan ekosistem sungai.
Pihak DLH memfokuskan pengecekan di beberapa titik hilir yang menjadi wilayah aliran utama Sungai Cisadane. Berikut adalah wilayah yang berpotensi terdampak residu kimia:
| Kecamatan | Status Pantauan |
|---|---|
| Teluknaga | Prioritas Hilir |
| Kosambi | Prioritas Hilir |
| Pakuhaji | Prioritas Hilir |
| Sepatan | Pantauan Aliran |
Proses pengambilan sampel air telah dilakukan untuk mengetahui secara mendalam komposisi kandungan cemaran dan potensi hidrogen (pH) air. Namun, masyarakat diminta bersabar karena hasil akurat dari uji laboratorium ini memerlukan waktu sekitar dua pekan.
Di lokasi berbeda, DLH Kota Tangsel melalui Kepala Seksi Pengendalian, Pencemaran, dan Pengawasan Lingkungan (P3L), Hadiman, mengonfirmasi bahwa pencemaran sungai Cisadane berasal dari cairan kimia yang terbawa air saat petugas pemadam kebakaran melakukan penyemprotan di lokasi gudang yang terbakar.
Laporan lapangan menunjukkan kondisi air berubah warna menjadi putih keruh dengan aroma menyengat. Selain itu, banyak ditemukan bangkai ikan yang mengambang mati akibat terpapar racun pestisida di aliran anak kali yang mengarah ke sungai Cisadane.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang terus melakukan pengawasan ketat di sepanjang bantaran sungai untuk memastikan tidak ada aktivitas warga yang membahayakan kesehatan di area terdampak pencemaran. (Ant/H-3)
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merilis temuan terbaru terkait insiden pencemaran Sungai Cisadane.
KLH melakukan pemeriksaan mendalam terkait insiden kebakaran gudang milik PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan pada Februari 2026 yang menyebabkan pencemaran sungai Cisadane.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten, mengeluarkan peringatan agar masyarakat tidak melakukan kontak langsung dengan air Sungai Cisadane.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merilis temuan terbaru terkait insiden pencemaran Sungai Cisadane.
KLH melakukan pemeriksaan mendalam terkait insiden kebakaran gudang milik PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan pada Februari 2026 yang menyebabkan pencemaran sungai Cisadane.
Aliran Sungai Cisadane di wilayah Tangerang terindikasi tercemar berat setelah sekitar 2,5 ton zat kimia insektisida tumpah dan mengalir ke sungai pada Selasa (10/2).
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten, mengeluarkan peringatan agar masyarakat tidak melakukan kontak langsung dengan air Sungai Cisadane.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved