Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Tugas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI mengungkapkan empat permasalahan utama yang harus segera dituntaskan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Sumatra.
Temuan ini merupakan hasil koordinasi lapangan selama periode 1-5 Januari 2026 yang menempatkan aspek mitigasi banjir susulan sebagai prioritas tertinggi.
Perwakilan Satgas Galapana DPR RI, TA Khalid, menjelaskan bahwa normalisasi sungai menjadi poin pertama yang mendesak untuk diselesaikan. Menurutnya, banyak aliran sungai yang saat ini tersumbat sisa-sisa kayu, sehingga berpotensi memicu banjir bandang kembali jika hujan turun.
"Sesuai arahan Ketua Satgas (Sufmi Dasco Ahmad), kami meminta bupati menetapkan prioritas. Sungai ini dulu yang kita kejar agar tidak ada banjir susulan," ujar TA Khalid dalam Rapat Koordinasi Satgas Galapana dengan Pemerintah di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Permasalahan kedua yang menjadi fokus adalah pembukaan akses jalan menuju wilayah-wilayah yang masih terisolir akibat longsor. Sementara poin ketiga adalah penyediaan 15.000 unit hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Khalid mengungkapkan bahwa pihaknya berperan aktif dalam mengatasi kendala administratif di lapangan, termasuk masalah sengketa lahan untuk pembangunan huntara.
"Salah satu masalahnya pengadaan tanah. Seperti di Aceh Tamiang, sempat terjadi miskomunikasi terkait lahan PTPN, namun alhamdulillah saat ini sudah selesai," jelas legislator asal Dapil Aceh II tersebut.
Poin keempat adalah percepatan pembersihan rumah warga yang masuk kategori rusak ringan. Khalid menilai jika rumah warga segera dibersihkan, ketergantungan masyarakat terhadap huntara dapat diminimalisir.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memaparkan data terkini mengenai kondisi daerah terdampak. Berdasarkan penilaian top-down, terdapat 15 kabupaten dan kota di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang statusnya masih belum kembali normal.
"Di Aceh ada 7 wilayah termasuk Aceh Timur dan Aceh Utara. Di Sumatra Utara ada 5 wilayah seperti Tapanuli Tengah dan Mandailing Natal. Sedangkan di Sumatra Barat ada 3 daerah, dengan Kabupaten Agam tercatat memiliki kondisi terberat," papar Tito.
Tito menegaskan pentingnya validasi data langsung dari kepala daerah agar pemetaan masalah lebih akurat. Pemerintah dan DPR berkomitmen untuk menyatukan gerak agar proses pemulihan infrastruktur serta ekonomi di wilayah terdampak Sumatra dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. (H-4)
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang menggugat enam perusahaan besar atas dugaan keterlibatan bencana banjir Sumatra
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan mengatakan, dari total 18 unit huntara, tiga unit telah dihuni warga Desa Gedumbak
Donasi ini merupakan hasil penggalangan dana sukarela dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMD, serta masyarakat Kabupaten Sumedang
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan mendukung Kemendagri mengalokasikan anggaran sebesar Rp59,25 triliun untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatra.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Langkah ini diambil agar normalisasi sungai dapat berjalan selaras dengan program rekonstruksi yang sedang dijalankan oleh pemerintah.
PEMERINTAH mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra dengan menyiapkan langkah-langkah berbasis sains dan teknologi guna membangun ketahanan pascabencana.
Keberadaan ribuan gelondongan kayu dan hewan langka menjadi potret utama bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved