Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di Sumatra. Dari jumlah itu, 251 titik panas terdapat di Provinsi Riau.
“Provinsi Riau menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi di Sumatra mencapai 251 titik dari sebanyak 336 titik panas di Sumatra,” kata Forecaster on Duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Gita Dewi, Rabu (11/2).
Dijelaskannya, titik panas di Riau berjumlah 251 titik panas. Sedangkan di Bangka Belitung sebanyak 25 titik panas dan Aceh sebanyak 20 titik panas. Lalu Sumatra Utara sebanyak 16 titik panas. Selain itu, di Kepulauan Riau tercatat ada 14 titik panas, Sumatra Barat dengan 5 titik panas, Jambi sebanyak 3 titik panas, dan Sumatra Selatan dengan 2 titik panas.
Adapun titik panas di Riau diketahui tersebar di antaranya Bengkalis dengan 139 titik panas, Pelalawan sebanyak 84 titik panas, Indragiri Hilir dengan 18 titik panas, Siak sebanyak 6 titik panas, Kepulauan Meranti sebanyak 2 titik panas, dan Rokan Hilir serta Dumai dengan masing-masing sebanyak 1 titik panas.
Sementara sejauh ini Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra bersama para stakeholder terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau. Hingga kini proses pemadaman terus dilakukan secara intensif.
“Tim Manggala Agni dari 4 Daerah Operasi (Daops) di Riau dan Kepulauan Riau, yaitu Daops Sumatra V/Dumai, Daops Sumatra VI/Siak, Daops Sumatera VII/Rengat dan Daops Sumatra VIII/Batam telah kami kerahkan untuk melakukan upaya pemadaman di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kota Batam. Saat ini, tim terus bergerak bersama stakeholder terkait untuk mencegah agar titik api tidak semakin meluas,” ungkap Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra Ferdian Krisnanto kepada Media Indonesia.
Di wilayah Kabupaten Pelalawan, Karhutla terjadi di Desa Teluk Beringin yang termasuk dalam Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar. Manggala Agni Daops Sumatra VII/Rengat bersama BPBD Pelalawan, POLRI, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Pemadaman Kebakaran (Damkar) masih terus berjuang memadamkan api yang melahap ratusan hektare lahan dan hampir menghanguskan 1 pulau tersebut.
Ferdian mengatakan bahwa informasi awal dari masyarakat kebakaran di Pulau Mendol diduga akibat penyiapan lahan, karena angin kencang menyebabkan terjadinya kebakaran dan juga menghancurkan kebun kelapa masyarakat.
“Pulau Mendol merupakan salah satu daerah penghasil kelapa yang penting di wilayah Kabupaten Pelalawan dan merupakan wilayah terluar yang dekat dengan negara tetangga, sehingga kami terus mengerahkan personel dan peralatan di lapangan untuk memastikan api dapat segera dipadamkan sepenuhnya serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Sehari sebelumnya, pada Minggu, 8 Februari 2026, tim Manggala Agni Daops Sumatra VI/Siak bersama MPA berhasil memadamkan Karhutla seluas 10 hektare di Desa Sepahat Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis. Sementara itu, di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis, tim Manggala Agni Daops Sumatra VI/Siak bersama TNI, POLRI, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT. Bukit Batu Hutani Alam (BBHA), dan Masyarakat Peduli Bencana (MPB) Tanjung Leban terus berupaya menyekat dan memutus kepala api agar Karhutla tidak semakin meluas.
Di wilayah Kabupaten Siak, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra juga mengerahkan tim Manggala Agni Daops Sumatra VI/Siak untuk mengatasi Karhutla di Kelurahan Mempura Kecamatan Mempura Kabupaten Siak. Bersinergi dengan POLRI, BPBD Siak dan masyarakat Kelurahan Mempura, saat ini kondisi Karhutla telah terkendali dan sedang dilakukan mopping up (menuntaskan sisa-sisa api) untuk mencari dan memadamkan sisa bara serta mendinginkan material terbakar sekecil apapun di areal terbakar yang bertujuan untuk mencegah penyalaan kembali api.
Di sisi lain, tim Manggala Agni Daops Sumatra V/Dumai sedang berjibaku melawan ganasnya api yang melalap wilayah Desa Rantau Bais Kacamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir. Tim berfokus mematikan kepala api agar tidak semakin meluas. Sebagai mana diketahui, tahun 2025 terjadi kebakaran hebat di wilayah Rokan Hilir yang menghanguskan ribuan hektar di dekat lokasi yang saat ini dipadamkan.
Kondisi lokasi gambut dalam dengan sumber air terbatas serta lokasi yang sulit dijangkau, bahkan menggunakan kendaraan 4x4 sekalipun, ini menjadi tantangan tersendiri.
“Lokasi Karhutla ini gambut dalam, sumber air juga terbatas, jadi diupayakan perbantuan alat berat untuk menggali lubang sumber air. Akses ke lokasi juga sulit dijangkau bahkan dengan mobil double gardan, tapi karena lokasinya berbatasan dengan PBPH (Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan), jadi kami sangat terbantu oleh RPK dan juga MPA di sana, “ papar Kepala Seksi Wilayah II Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra Candra Irfansyah.
Karhutla juga terjadi di Provinsi Kepulauan Riau yaitu di Kelurahan Kibing Kecamatan Batu Aji Kota Batam. Saat ini Manggala Agni Daops Sumatra VIII/Batam dibantu Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Batam dan Kelompok Tani berupaya memadamkan api yang berkobar di kawasan Hutan Lindung Tiban.
Ferdian mengingatkan kembali bahwa capaian beberapa tahun terakhir untuk penurunan luasan kebakaran dan mengecilnya potensi bencana asap perlu terus dipertahankan dan terus diupayakan lebih baik lagi, untuk itu dibutuhkan kerjasama dan sinergi semua pihak dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan khususnya di Riau dan Kepulauan Riau. Saat ini selain pemadaman, Manggala Agni juga melakukan patroli intensif guna mencegah munculnya titik api baru, mengingat kondisi yang kering dan berangin.
"Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di sekitar wilayahnya," pungkasnya. (H-4)
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Human Initiative memaparkan arah dan rencana pemulihan Sumatra. Pihaknya menyusun rencana itu berdasarkan kebutuhan masyarakat dan pendekatan kawasan.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang menggugat enam perusahaan besar atas dugaan keterlibatan bencana banjir Sumatra
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan mengatakan, dari total 18 unit huntara, tiga unit telah dihuni warga Desa Gedumbak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved