Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatra Utara berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang pada Sabtu (3/1).
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Endah Paramita, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca tersebut, khususnya di wilayah pegunungan, pantai timur, lereng timur, dan lereng barat.
"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terjadinya hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang di pegunungan, pantai timur, lereng timur, dan lereng barat yang dapat berpotensi terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor," kata Endah, Jumat.
Secara umum, kondisi cuaca di Sumatra Utara pada Sabtu pagi diprakirakan berawan dengan peluang hujan ringan di sejumlah daerah, antara lain Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, serta Langkat dan wilayah sekitarnya.
Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan ringan hingga sedang masih diperkirakan terjadi di Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padanglawas, Padanglawas Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, serta kawasan Toba.
Pada malam hari, sebagian wilayah masih berpeluang diguyur hujan ringan, sementara kondisi pada dini hari diperkirakan didominasi cuaca berawan.
BMKG mencatat suhu udara di wilayah Sumatra Utara berkisar antara 14 hingga 32 derajat Celcius, dengan kelembaban udara mencapai 63 sampai 98 persen. Arah angin umumnya bertiup dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 3 hingga 11 kilometer per jam.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Medan, Dasmian Sulviani, menyampaikan adanya potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Sumatra Utara pada periode 3 hingga 5 Januari 2025.
Gelombang tersebut diperkirakan terjadi di perairan barat Kepulauan Batu, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Nias, serta perairan timur Kepulauan Nias.
Pola angin di wilayah Sumatra bagian utara secara umum bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 6 sampai 25 knot.
BMKG juga mengimbau nelayan perahu kecil untuk waspada saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter, serta kapal tongkang ketika kecepatan angin menyentuh 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. (I-3)
BMKG Batam rilis prakiraan cuaca Kepri 18 Februari 2026. Waspada hujan petir di Bintan & Tanjungpinang serta gelombang laut hingga 2,1 meter.
BMKG merilis prakiraan cuaca Jakarta hari ini, 18 Februari 2026. Waspada potensi hujan petir di pagi dan siang hari serta hujan merata di seluruh wilayah.
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
BMKG Palembang peringatkan potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan Sumsel & Banyuasin pada 18-21 Februari 2026. Simak risiko pelayarannya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada Selasa, 17 Februari 2026.
BMKG menyatakan bahwa dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
BMKG menyampaikan prakiraan cuaca di Jakarta akan ujan hari ini, Senin 16 Februari 2026 siang hingga sore hari.
BMKG menyatakan bahwa dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.
Hasil analisis atmosfer terkini menunjukkan adanya penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan di wilayah Indonesia.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved