Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

BMKG: Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Sumut Akhir Pekan Ini

Budi Ernanto
02/1/2026 21:44
BMKG: Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Sumut Akhir Pekan Ini
Ilustrasi.(ANTARA/RAISAN AL FARISI)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatra Utara berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang pada Sabtu (3/1).

Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Endah Paramita, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca tersebut, khususnya di wilayah pegunungan, pantai timur, lereng timur, dan lereng barat.

"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terjadinya hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang di pegunungan, pantai timur, lereng timur, dan lereng barat yang dapat berpotensi terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor," kata Endah, Jumat.

Secara umum, kondisi cuaca di Sumatra Utara pada Sabtu pagi diprakirakan berawan dengan peluang hujan ringan di sejumlah daerah, antara lain Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, serta Langkat dan wilayah sekitarnya.

Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan ringan hingga sedang masih diperkirakan terjadi di Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padanglawas, Padanglawas Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, serta kawasan Toba.

Pada malam hari, sebagian wilayah masih berpeluang diguyur hujan ringan, sementara kondisi pada dini hari diperkirakan didominasi cuaca berawan.

BMKG mencatat suhu udara di wilayah Sumatra Utara berkisar antara 14 hingga 32 derajat Celcius, dengan kelembaban udara mencapai 63 sampai 98 persen. Arah angin umumnya bertiup dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 3 hingga 11 kilometer per jam.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Medan, Dasmian Sulviani, menyampaikan adanya potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Sumatra Utara pada periode 3 hingga 5 Januari 2025.

Gelombang tersebut diperkirakan terjadi di perairan barat Kepulauan Batu, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Nias, serta perairan timur Kepulauan Nias.

Pola angin di wilayah Sumatra bagian utara secara umum bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 6 sampai 25 knot.

BMKG juga mengimbau nelayan perahu kecil untuk waspada saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter, serta kapal tongkang ketika kecepatan angin menyentuh 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya