Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Tasikmalaya Jawa Barat setiap tahun sebagai fenomena gunung es dan kondisi tersebut, makin memprihatinkan karena di sepanjang tahun 2025 telah mengalami peningkatan cukup signifikan mencapai 202 kasus. Permasalahan tersebut, paling banyak kekerasan seksual dari keluarga sendiri dan masih banyak korban belum melapor.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kota Tasikmalaya, Imin Muhaemin mengatakan, kasus kekerasan perempuan dan anak di wilayahnya sangat memprihatinkan karena selama ini tercatat 202 kasus sepanjang tahun 2025. Kasus tersebut meningkat dari tahun sebelumnya 164 kasus karena sudah adanya korban mulai melaporkan.
"Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami peningkatan signifikan tahun 2024 berada di angka 164 kasus dan tahun 2025 angkanya naik mencapai 202 kasus lantaran korban mulai melaporkan. Namun, kasus yang terjadi tahun ini paling banyak kekerasan seksual terutama keluarganya sendiri, lantaran ada 40 jenis kekerasan terhadap perempuan dan anak," katanya, Senin (22/12/2025).
Ia mengatakan, penganiayaan terhadap perempuan dan anak di wilayahnya perlu adanya edukasi, sosialisasi lebih cepat melibatkan RT, RW, Lurah, KPAI, MUI, PPA dan elemen masyarakat. Karena, dari 202 laporan memang didominasi asusila, seperti anak berhadapan dengan hukum (ABH), kerasan dalam rumah tangga (KDRT), persetubuhan anak dan sengketa hak asuh.
"Penanganan 202 kasus berat dilakukan secara mediasi atau kekeluargaan hingga proses hukum dan kekerasan perempuan dan anak sebagai fenomena gunung es. Akan tetapi, kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak perlu ditingkatkan edukasi bersama komunitas memberikan kepedulian lantaran di wilayahnya ada 40 jenis dan paling banyak keluarga sendiri pelakunya," ujarnya.
Menurut Imin, kekerasan perempuan dan anak seperti fenomena gunung es dan masih banyak korban belum berani lapor tapi berbagai langkah masih dilakukan melalui edukasi, sosialisasi. Namun, masalah tersebut akan dievaluasi secara menyeluruh meski anggaran masih menyesuaikan dan jauh dari harapan.
"Sumber daya manusia yang sangat minim dan ke depannya akan melibatkan jejaring, pemangku kepentingan, vertikal, KPAI dan UPTD PPA untuk memjalin kolaborasi. Akan tetapi, keberadaan UPTD PPA yang ada hanya tipe B dan memang selama ini kurang maksimal lantaran anggotanya juga tidak lengkap dan mudah-mudah di tahun depan menjadi tipe A akan lebih lengkap termasuk memiliki struktur pengurus," pungkasnya. (H-1)
Sebuah tebing setinggi 15 meter dilaporkan ambrol dan menutup total akses jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya menuju Kabupaten Pangandaran.
Kebutuhan bahan pokok merangkak mulai naik cabai merah dijual Rp88 ribu perkg, cabai rawit Rp72 ribu, cabai keriting Rp66 ribu, cabai japlak Rp87 ribu
GUNA mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kereta api (KA) lintas selatan direncanakan berhenti di Stasiun Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.
Momentum penyerahan bantuan saat ini dinilai tepat karena telah memasuki tahap pemulihan, khususnya pembangunan hunian sementara dan hunian tetap korban bencana.
SEPANJANG 10 kilometer jalan di Kampung Bengkok, Cibatu dan Kampung Cipeuteuy, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, mengalami rusak parah hampir 15 tahun.
MENTERI Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq berencana akan mengecek galian tambang ilegal di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya dan Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.
SETIAP Desember, peringatan 'Hari Ibu' dipersoalkan karena dianggap meneguhkan ibuisme—perempuan direduksi pada peran domestik dan pengabdian tanpa kuasa.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen penguatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan pada Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Surabaya.
Hari Ibu menjadi ruang refleksi atas peran perempuan yang kerap menjadi penopang utama keluarga sekaligus penggerak ekonomi di lingkup paling dasar, yaitu rumah tangga.
Kecenderungan ibu yang selalu menempatkan kebutuhan keluarga di atas kepentingan pribadi sering kali menjadi pedang bermata dua.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam menyuarakan hak-hak perempuan dan kepemimpinan politik yang berdampak di masyarakat
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved