Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan, Tiyas Widiarto akhirnya buka suara terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap tiga oknum jaksa di Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara beberapa waktu lalu.
Tiyas Widiarto mengatakan pihaknya menghormati dan mendukung proses hukum yang berjalan. Namun dirinya enggan berkomentar banyak terkait kasus yang mencoreng nama baik institusi adiyaksa tersebut.
Tiyas hanya merespons singkat terkait penangkapan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) HSU, Albertinus Parlinggoman Napitupulu, dan Kasi Intel HSU, Asis Budianto, Kajari dan Kasi Intel Kejari HSU oleh penyidik KPK. Serta Kasi Datun, Tri Taruna yang sempat kabur saat OTT berlangsung.
“Ya, lihat nanti saja lah, nanti diserahkan,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi wartawan, Senin (22/12).
Seperti diketajui KPK melakukan OTT dan telah menetapkan tiga orang tersangka masing-masing Kepala Kejaksaan Negeri berinisial APN, Kasi Intelijen ASB dan ATR Kasi Datun Kejari Kabupaten Hulu Sungai Utara, dalam operasi tangkap tangan dugaan korupsi pemerasan terhadap sejumlah dinas (SKPD) di wilayah tersebut.
Dua tersangka APN dan ASB telah ditangkap dan dibawa ke Gedung KPK. Sedangkan tersangka TAR sebelumnya sempat kabur saat OTT, kini telah menyerahkan diri dan datang ke KPK. Ia datang menggunakan mobil Toyota Innova Reborn berwarna hitam dengan pelat nomor dinas Kejaksaan.
Menggunakan masker dan jaket biru, TAR membantah kalau dirinya menabrak petugas KPK saat hendak ditangkap. (H-3)
Isu OTT KPK di Pati menghebohkan publik. Bupati Pati Sudewo disebut ikut diperiksa terkait dugaan jual beli jabatan perangkat desa. Simak fakta dan klarifikasinya.
BPK menyoroti mekanisme pelaksanaan penjualan urea dan amonia yang dinilai tidak memenuhi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik
MUNCUL kabar bahwa Bupati Pati Sudewo dan sejumlah pejabat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus pengisian perangkat desa (perades) tahun 2024.
KPK menggelar OTT di Pati dan menangkap sejumlah pejabat daerah. Identitas dan perkara masih didalami, status hukum diumumkan dalam 1x24 jam.
KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT. Dugaan fee proyek dan dana CSR mencuat, ratusan juta rupiah disita penyidik.
KPK menggelar operasi tangkap tangan di Madiun dan menangkap 15 orang, termasuk Wali Kota Madiun. Sejumlah pihak dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, ayahnya Kepala Desa Sukadami HM Kunang, dan pihak swasta bernama Sarjan (SRJ) terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Chat pada 5 ponsel mereka hilang.
KPK mencatat sepanjang tahun 2025, terdapat 11 operasi tangkap tangan (OTT) dan 118 tersangka yang ditetapkan dalam berbagai kasus dugaan korupsi
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang dalam sorotan setelah menggelar empat operasi tangkap tangan (OTT) dalam sebulan. Tapi, operasi senyap itu diklaim bukan prestasi.
Oknum jaksa yang terjaring OTT KPK di Banten, misalnya, merupakan buah dari lemahnya pengawasan, integritas individu dan kolektif aparat penegak hukum yang rendah.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan sebanyak sembilan orang ditangkap dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) terkait jaksa di Banten dan Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved