Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Prabowo Minta Maaf Listrik di Aceh Tamiang belum Nyala Merata

Akmal Fauzi
12/12/2025 21:35
Prabowo Minta Maaf Listrik di Aceh Tamiang belum Nyala Merata
Presiden Prabowo Subianto di Bener Meriah Aceh(Tim Media Presiden Prabowo)

PRESIDEN RI Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh apabila masih ada kebutuhan yang belum sepenuhnya terpenuhi, termasuk layanan listrik yang belum kembali normal di sejumlah wilayah Aceh Tamiang.

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat melakukan kunjungan kerja ketiganya ke Aceh pada Jumat (12/12). Di lokasi, Prabowo meninjau posko pengungsian di kawasan Jembatan Aceh Tamiang dan berdialog dengan para penyintas.

"Mungkin listrik yang belum ya, listrik sudah mulai. Kita berusaha, kita tahu di lapangan sangat sulit, keadaannya sulit," kata Prabowo dikutip dari Antara, Jumat (12/12).

Ia menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja maksimal memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, meski proses pemulihan pasokan listrik menghadapi tantangan berat.

“Kami akan turun membantu semuanya. Saya minta maaf kalau masih ada yang belum terpenuhi,” ujar Presiden Prabowo.

Prabowo menjelaskan bahwa kondisi di lapangan sangat menantang, namun seluruh unsur pemerintah bergerak bersama untuk mempercepat pemulihan.

“Keadaannya sulit, jadi kita atasi bersama. Mudah-mudahan kalian cepat pulih, cepat kembali, cepat normal,” kata dia..

Presiden juga memastikan bahwa pemerintah akan terus mendampingi warga hingga situasi benar-benar kembali stabil.

“Insya Allah, bersama-sama kita akan memperbaiki keadaan ini,” kata Prabowo.

Banjir bandang yang melanda Aceh sejak akhir November 2025 menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur kelistrikan. Hingga 11 Desember 2025, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat tingkat pemulihan listrik baru mencapai 36 persen.

Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan banyak desa masih dalam kondisi gelap dan warga mengandalkan genset pribadi. Pemadaman bergilir juga diberlakukan di Banda Aceh dan Aceh Besar untuk menjaga stabilitas sistem.

PT PLN menyebutkan bahwa hambatan terbesar pemulihan adalah kerusakan infrastruktur vital. Sedikitnya lima tower SUTT 150 kV di jalur Langsa–Pangkalan Brandan roboh dan tujuh tower lainnya rusak akibat banjir serta pergeseran tanah. Akses jalan yang terputus turut menghambat mobilisasi material dan tim perbaikan.

Menanggapi situasi tersebut, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Aceh. Mereka memastikan bahwa personel gabungan bekerja 24 jam penuh untuk mempercepat penormalan listrik di seluruh wilayah terdampak. (Ant/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya