Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Listrik belum Nyala, Alasan Prabowo: Bahaya Buat Warga

Andhika Prasetyo
16/12/2025 09:14
Listrik belum Nyala, Alasan Prabowo: Bahaya Buat Warga
Ilustrasi(Antara)

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemulihan pasokan listrik di sejumlah wilayah terdampak banjir dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan faktor keselamatan. Sejumlah area belum dialiri listrik sepenuhnya karena masih berisiko menimbulkan kecelakaan akibat instalasi kelistrikan yang terendam air.

Prabowo menjelaskan, aliran listrik Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat sebagian belum dapat dinyalakan karena dinilai berbahaya. Ada banyak lokasi yang masih tergenang banjir dan memiliki kabel atau instalasi listrik aktif. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko fatal jika tidak ditangani dengan hati-hati.

“Masih ada beberapa yang berbahaya, karena kabel-kabel yang terendam air sangat berisiko. Ini bisa mengakibatkan korban jiwa apabila tidak diwaspadai,” ujar Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin.

Meski demikian, Kepala Negara memastikan bahwa sebagian besar wilayah terdampak banjir Sumatra telah kembali mendapatkan pasokan listrik. Ia menyebut PT PLN saat ini bekerja secara intensif di lapangan di tengah kondisi yang dinilainya sangat menantang.

Presiden menekankan bahwa proses pemulihan kelistrikan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Menurutnya, aliran listrik hanya akan dinormalkan setelah kondisi dinyatakan benar-benar aman bagi masyarakat.

Pemerintah juga mengimbau warga di daerah terdampak banjir untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di sekitar lokasi yang terdapat instalasi listrik yang sempat atau masih terendam air.

“PLN bekerja dengan sangat keras, menghadapi situasi yang tidak mudah, dan mereka sudah berada di lapangan selama belasan hari,” kata Prabowo.

Selain penanganan banjir dan pemulihan infrastruktur dasar, Presiden turut meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk terus menyampaikan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di tingkat regional.

Ia menambahkan, berbagai peringatan internasional, termasuk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menunjukkan bahwa sejumlah wilayah di kawasan saat ini menghadapi dampak perubahan cuaca yang perlu diantisipasi secara serius. (Ant/E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik