Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

BNPB: Tanah Bekas Bencana masih Labil, Kelistrikan belum Bisa Pulih Sepenuhnya

Andhika Prasetyo
20/12/2025 08:59
BNPB: Tanah Bekas Bencana masih Labil, Kelistrikan belum Bisa Pulih Sepenuhnya
Ilustrasi(Antara)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kondisi di sejumlah wilayah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra masih belum stabil. Situasi tersebut dinilai berpotensi menghambat proses pemulihan infrastruktur, termasuk jaringan kelistrikan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat masih menghadapi kondisi tanah yang labil dan berlumpur.

“Tanah di beberapa wilayah terdampak masih dalam kondisi labil dan tertutup lumpur. Jika hujan lebat kembali terjadi, kondisi ini berpotensi memicu banjir dan longsor lanjutan yang dapat memengaruhi proses pemulihan infrastruktur, termasuk kelistrikan,” ujar Abdul.

Ia menambahkan, lapisan lumpur yang masih tebal membuat pergerakan tanah menjadi tidak stabil. Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi menggerakkan lumpur tersebut dan memicu bencana susulan, baik berupa banjir maupun longsor.

BNPB menegaskan, risiko terjadinya banjir dan longsor lanjutan masih cukup besar karena stabilitas tanah di sejumlah wilayah terdampak belum sepenuhnya pulih.

“Jika hujan kembali mencapai kategori ekstrem, seperti yang terjadi di Padang, Sumatra Barat, beberapa hari lalu, potensi banjir skala besar masih sangat mungkin terjadi. Ini terus kami antisipasi,” kata Abdul.

Terkait pemetaan wilayah rawan, BNPB saat ini masih melakukan asesmen lanjutan menggunakan citra satelit. Fokus pengamatan diarahkan pada daerah-daerah yang sebelumnya terdampak banjir besar pada 26 Desember lalu, khususnya di wilayah Aceh.

Dari hasil analisis sementara, Kabupaten Aceh Utara disebut sebagai salah satu wilayah dengan cakupan dampak yang sangat luas, bahkan hampir mencakup seluruh wilayah kabupaten.

“Kondisinya berubah setiap hari. Ada wilayah yang sudah mulai mengering, tetapi ada juga yang masih tergenang, bahkan mengalami banjir susulan. Karena itu, kajian dan pemantauan terus kami lakukan,” ujarnya.

Dengan kondisi yang masih berkembang, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan resmi pemerintah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Menurut BNPB, keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat pascabanjir. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya