Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Prabowo Buka Opsi Kerja Sama Keamanan dengan Tiongkok

M Ilham Ramadhan Avisena
27/3/2026 19:42
Prabowo Buka Opsi Kerja Sama Keamanan dengan Tiongkok
Presiden menerima Minister of State Security RRT, Chen Yi Xin(Tim Media Presiden Prabowo)

PERTEMUAN antara Prabowo Subianto dan pejabat tinggi keamanan Republik Rakyat Tiongkok membuka peluang baru dalam kerja sama sektor keamanan di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks.

Dalam pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Presiden menerima Minister of State Security RRT, Chen Yi Xin. Agenda utama pembahasan berkisar pada penguatan kolaborasi antarnegara dalam menjaga stabilitas kawasan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, pihak RRT mendorong peningkatan kerja sama keamanan lintas negara sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas global.

"Chen mengutarakan harapan RRT untuk bersama dengan negara-negara sahabat membangun kerja sama guna memelihara dan meningkatkan stabilitas keamanan di Asia maupun dunia," tulis Teddy dikutip pada Jumat (27/3). 

Menanggapi hal tersebut, Prabowo menekankan bahwa stabilitas kawasan bukan sekadar isu keamanan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang Indonesia.

"Menyambut harapan pihak RRT, Presiden Prabowo mengedepankan kembali pandangan Indonesia tentang pentingnya arti stabilitas kawasan bagi Indonesia dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan," jelas Teddy.

Meski membuka peluang kerja sama, pemerintah menekankan prinsip saling menguntungkan sebagai dasar hubungan bilateral di sektor strategis ini.

"Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyambut baik harapan MSS untuk dapat meningkatkan kerja sama bagi keuntungan kedua negara," ungkapnya.

Ke depan, salah satu fokus yang disorot adalah penguatan kemitraan antara lembaga intelijen kedua negara, yakni Ministry of State Security (MSS) dan Badan Intelijen Negara (BIN). Langkah ini disebut menjadi bagian dari strategi Indonesia dalam merespons tatanan dunia yang semakin multipolar.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala BIN, M. Herindra, yang menandai pentingnya isu intelijen dalam arah kerja sama ke depan. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya