Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Mendikdasmen Minta Sekolah Berikan Keringanan Nilai UAS untuk Siswa Terdampak Bencana Sumatra

Despian Nurhidayat
10/12/2025 08:58
Mendikdasmen Minta Sekolah Berikan Keringanan Nilai UAS untuk Siswa Terdampak Bencana Sumatra
Mendikdasmen Abdul Mu'ti bertemu dengan anak-anak penyintas bencana banjir di Aceh Tamiang, Aceh.(MI/HO)

DUA pekan pascaterjadinya bencana alam yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus bergerak memulihkan serta membantu warga satuan pendidikan yang terdampak bencana. 

Kali ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengunjungi para korban di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Setelah menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 3 jam dari Kabupaten Langkat, akhirnya rombongan Kemendikdasmen sampai di Kabupaten Aceh Tamiang. 

Sepanjang perjalanan, yang terlihat adalah rumah yang rusak dan barisan kendaraan tak bertuan dengan berbagai ukuran di kiri kanan jalan. Meski akses jalan utama sudah bisa dilalui, kendaraan harus tetap melaju dengan hati-hati karena aspal masih licin dan berlumpur.

Di sana, Abdul Mu'ti berdialog dengan sejumlah kepala sekolah mulai dari jenjang TK hingga SMA/SMK. Dalam suasana penuh haru, Abdul Mu'ti menyemangati dan memotivasi para kepala sekolah dan korban banjir agar tegar menjalani masa pemulihan pascabencana. Guna meringankan beban masyarakat, pihaknya juga memberikan bantuan mutu pendidikan. 

"Hari ini, Kemendikdasmen hadir di Kabupaten Aceh Tamiang memberikan bantuan moril dan mutu pendidikan untuk semua jenjang sekolah. Untuk TK kami berikan Rp10 juta, SD Rp15 juta, SMP Rp20 juta, dan SMA/SMK Rp25 juta," ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (9/12).

Di sela-sela dialog, Abdul Mu'ti juga menegaskan keberpihakan kementeriannya atas situasi yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumbar, dan Sumut. 

Terkait dengan Ujian Akhir Semester (UAS) yang saat ini sedang berlangsung di berbagai wilayah, khusus untuk tiga provinsi yang terdampak bencana, dia memberikan solusi keringanan penilaian. 

“Mengingat situasi dan kondisi di Kabupaten Aceh Tamiang yang belum memungkinkan melakukan ujian, kami mendorong kepada para guru untuk memberikan penilaian berdasarkan nilai-nilai harian dari para murid. Yang terpenting anak-anak tetap semangat dan memiliki motivasi tinggi untuk belajar," papar Abdul Mu'ti.

Salah satu penerima manfaat bantuan mutu pendidikan, Kepala SMP Negeri 1 Kualasimpang, Abdul Jalil, sangat terharu atas bantuan yang diterimanya. Dengan berlinang air mata, ia bercerita bahwa fasilitas ruang kelas dan laboratorium sekolahnya hanyut terbawa arus banjir. 

"Akhirnya Kemendikdasmen hadir membersamai kami di Aceh Tamiang. Terima kasih untuk semua bantuan yang diberikan, sungguh sangat berguna untuk kami kembali menata ulang sekolah," ucap Djalil.

Selanjutnya, Kepala SD Negeri Babo, Ahmad, menuturkan bahwa sekolahnya kini telah hancur total dan berharap untuk dapat direlokasi. Ia menyebut bahwa saat ini ia bersama para guru sangat membutuhkan bantuan tenda darurat untuk menyelenggarakan proses pembelajaran.

"Kami sangat berterima kasih Pak Menteri mau hadir di Aceh Tamiang walau berada di wilayah pelosok negeri. Tentunya, bantuan ini sangat berharga bagi kami untuk ke depannya menata kembali proses pembelajaran serta membeli peralatan penunjang sekolah," terang Ahmad.

Terakhir, Kepala SMK Negeri 3 Kuala Simpang, Wardiana, turut mengucap syukur atas kehadiran Mendikdasmen di tengah korban bencana banjir Aceh Tamiang. 

"Kami sangat senang pemerintah pusat menaruh perhatian lebih melalui bantuan mutu pendidikan ini. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat dan membangun motivasi di sekolah kami untuk segera bangkit," tutup Wardiana. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik