Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Muhammad Zhafif tampil percaya diri dengan komunikasi yang runtut mengisahkan capaiannnya meraih medali emas bidang Astronomi pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025. Ia juga bercita-cita menjadi astronom serta menempuh kuliah di kampus terkenal kelas dunia, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat. "Alhamdulillah sejak kecil saya hobi atau gemar yang berbau astronomi dengan mengamati planet dan benda langit yang menghiasi alam semesta kita," papar Muhammad Zhafif di Kampus Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Tangsel), kemarin.
Capaian prestasi yang ia raih tidak serta merta, sejak usia SD hingga SMP ia telah mengikuti lomba sains hingga meraih emas bidang Astronomi OSN yang digelar Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) belum lama ini. Talenta yang ia miliki tumbuh dalam keluarga dengan latar belakang orang tua yang berpendidikan Fisika dan Biologi, sehingga fenomena alam semesta telah menjadi hal biasa bagi siswa Kelas 11 SMA Kharisma Bangsa Tangsel ini.
Dengan bersekolah di SMA Kharisma Bangsa melalui kurikulum yang kombinasi Kurikulum Cambridge serta penguatan dan penguasaan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) semakin menempa Zhafif memperkuat talenta ilmu dan passionnya tersebut. “Alhamdulillah, kurikulum dan sistem pembelajaran juga lingkungan sekolah disini mendukung mendalami kerumitan ilmu falak secara suportif,” ungkap Zhafif.
Hemat dia astronomi merupakan perpaduan rumit antara logika matematika dan hukum fisika. "Karena saya hobi maka saya menikmati perlombaan-perlombaan yang saya ikuti hingga meraih emas OSN. Saya juga mengincar emas olimpiade internasional astronomi di Vietnam sekaligus meraih tiket bagi saya nanti dapat menempuh kuliah di MIT guna menjadi astronom yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat," pungkas Zhafif.
Pada kesempatan tersebut, sembari menunggu berbuka puasa (bukber) pihak Kharisma Bangsa juga menghadirkan para siswa berprestasi lainnya yang membanggakan Kharisma Bangsa. Selain prestasi di even Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025, juga Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2026, dan Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) 2026. Secara keseluruhan terdapat 45 finalis dan 20 peraih medali berbagai even olimpiade tersebut. Kepala Sekolah SMA Kharisma Bangsa, Muhammad Budiawan mengutarakan raihan prestasi ini memantik semangat siswa berprestasi serta siswa lainnya dalam mengukir cita-cita.
"Alhamdulillah kami bersyukur atas prestasi para siswa kami sekaligus juga mengingatkan bahwa capaian ini tidak semata akademik juga memberikan pengalaman spiritual serta membina karakter mereka," kata Awan panggilan akrab pria berkacamata ini. Ia menekankan prestasi tersebut bukti nyata sekolah turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Adapun deretan prestasi siswa Kharisma Bangsa pada even OSN 2025 yakni Muhammad Zhafif peraih Medali Emas di kategori Astronomy; Daffa Atha Arkana (Perak - Matematika); Mahendra Syaiful Hakim (Perak - Biologi); Ahmad Yazid Muhandis (Perunggu - Informatika); dan Muhammad Daffarian Altair (Honorable Mention - Informatika).
Berikutnya peraih penghargaan di even ISPO 2026, Medali Emas: Hafidz Kholif Al-Muntaqo dan Haki Kieral Archard Satria Putra Mandala (Fisika); Wini Naura Inarsih dan Queena Belva Ayra Maulana (Biologi). Medali Perunggu: Elnino Bintang Pratama dan Kemas Rangga Nur Akbar (Fisika); Gavin Syafi Anggakara dan Torkis Hanafi Harahap (Lingkungan). Honorable Mention: Rafa Rizqi Zamzami dan Altaf Narayan Wibowo (Lingkungan); Zaneeta Najlazan dan Nada Dzikri Nashita (Biologi); Redondo Rafie Ahza Prasetyo dan Akhtar Ma'ruf Sumadiwangsa (Teknologi). Selanjutnya peraih Honorable Mention ISPO, Azkea Kamila Hasbi dan Lovely Mischa Daviana Nur Zatna (Lingkungan); Karima Zuleika Putri Noor dan Elifa Billien Revita (Komputer), serta Kamal Muhammad Tirtasasmita dan Danang Ahmad Wisaksono (Teknologi).
Untuk even OSEBI, Althafunnisa Revliany meraih medali perunggu untuk kategori Digital Drawing. Kemudian Benedicta Chelsey Chloe Rantepadang (Digital Drawing) dan Shakira Putri Amalia (Essay Writing) meraih Honorable Mention. Selanjutnya yang cukup fenomenal adalah Gavin Syafi Anggakara yang meraih Outstanding Cambridge Learner Awards Ceremony 2026, Top in World: Cambridge IGCSE English as Second Language. (H-2)
Instruksi itu merupakan turunan dari perintah Divisi Kabinet Pemerintah Bangladesh sebagai langkah lebih lanjut untuk menekan permintaan energi di sektor-sektor tertentu.
BAGAIMANA pendidikan dapat tetap berjalan ketika banjir merenggut kelas, fasilitas, bahkan rasa aman?
SELAMA puluhan tahun, Indonesia terjebak dalam delusi bahwa mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan menyuntikkan dana ke sekolah atau mengganti label kurikulum
Setelah tidur malam, kadar glukosa dalam tubuh menurun. Padahal, otak membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama untuk berpikir dan berkonsentrasi.
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved