Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BUKU Pendidikan Bermutu untuk Semua: Menggali Pokok-pokok Pikiran Abdul Mu"ti resmi diluncurkan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin [27/10].
Buku ini ditulis sejumlah akademisi dan praktisi pendidikan yang mengulas gagasan sekaligus pikiran Mendikdasmen Abdul Mu’ti meliputi tema Penguatan Pendidikan Karakter; Reformasi Peran dan Tata Kelola Guru; Catur Pendidikan & Partisipasi Semesta; Pembelajaran Mendalam; Tes Kemampuan Akademik; Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Berkeadilan; dan Penguatan Budaya STEM.
Ulasan dalam buku ini sejalan dengan Visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah [Kemendikdasmen] Pendidikan Bermutu untuk Semua. Visi ini bukan hanya slogan, tapi amanat konstitusi dan perundang-undangan. Berulang kali Mu'ti menegaskannya dalam berbagai forum.
Sejalan dengam visi tersebut, program-program strategis Kemendikdasmen sejalan dan menyatu utuh dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin pertama dan keempat yang menekankan pembangunan manusia dan pendidikan berkualitas.
Ketua tim kordinator penghimpun dan penyunting buku ini, Khelmy K Pribadi, menyampaikan, bahwa buku ini didedikasikan atas kiprah Abdul Mu'ti dalam bidang pendidikan.
"Buku ini menyajikan himpunan pemikiran Prof. Abdul Mu’ti yang termanifestasi dalam bentuk kebijakan pendidikan, kami dedikasikan untuk Prof Mu'ti,” kata Khelmy.
Mike Hardy, sahabat Abdul Mu'ti, dalam prolog lebih menekankan hubungan pendidikan agama dan pluralisme. Mike menilai Mu'ti menekankan pentingnya kurikulum yang inklusif.
"Karya Mu'ti banyak menyoroti pendidikan agama dan pluralisme di Indonesia. Keragaman masih asing di sekolah Islam. Mu'ti mendorong reformasi kurikulum inklusif," ungkap Mike Hardy.
Buku ini ditulis para akademisi dan praktisi pendidikan, yaitu Mike Hardy, Haryatmoko, Haidar Bagir, Alissa Wahid, Doni Koesoema A, Rhenald Kasali, Ki Saur Panjaitan XIII, Ismail Fahmi, Yuli Rahmawati, Ki Darmaningtyas, Maila Dinia Husni Rahiem, Stephanie Riady, Suyanto, Syamsir Alam, dan Sri Widuri.
Ulasan mendalam oleh masing-masing penulis dalam buku ini mengungkapkan adanya terobosan baru pendidikan di era kepemimpinan Abdul Mu’ti. Sebagaimana yang dituliskan oleh Haidar Bagir, salah satu penulis, bahwa program transformasi Kemendikdasmen tidak bisa dilepaskan dari sosok Abdul Mu'ti.
"Program transformasi yang dilakukan oleh Kemendikdasmen, disuguhkan satu peta jalan yang komprehensif dan berpihak, hal itu tidak bisa dilepaskan dari pikiran Abdul Mu’ti," tulis Haidar Bagir.
Doni Koesuma A menegaskan bahwa transformasi pendidikan melalui kebijakan baru di era Abdul Mu'ti dinilai akan mampu mendongkrak kualitas belajar anak-anak Indonesia.
Kebijakan penguatan karakter juga ada hal yang baru menurut Alissa. Ia menuliskan "pendidikan karakter melalui pembiasaan adalah sesuatu pendekatan yang baru."
Sementara Stephanie menuliskan bawa membudayakan STEM melalui pembiasaan juga merupakan trobosan penting.
Terobosan baru Abdul Mu’ti lainnya bagaimana melakukan transformasi pendidikan bertumpu pada nilai. Sebagaimana kebijakan pembelajaran mendalam, transformasi tidak hanya pada pendekatan pembelajaran, tetapi juga pada kultur sekolah. Kemudian juga, sebagaimana langkah reformasi SPMB sebagai bagian dari proses integrasi sosial secara utuh dan membangun kohesivitas sosial.
Dalam peluncuran buku ini menghadirkan Panelis Prof. Dr. Ir. Mohammad NUH, DEA (Mendiknas 2009-2014), Ketua Komisi X DPR RI: Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, Penulis Buku Dr. Johanes Haryatmoko, SJ. dan Dr. Stephanie Riady.
Peluncuran buku ini menghadirkan lebih dari 200 tamu undangan dari berbagai latar belakang, tokoh masyarakat, pejabat kenegaraan, tokoh pendidikan, pakar pendidikan, akademisi, dan para penerima manfaat kebijakan Kemendikdasmen.
Peluncuran buku ini menjadi istimewa dengan kehadiran 3 Menteri Pendidikan sebelumnya, yaitu Dr. Ir. Ing. Wardiman Djojonegoro [Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI 1993-1998]; Prof. Dr. Ir. Mohammad NUH, DEA. [Menteri Pendidikan Nasional 2009-2014]; Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP [Menteri Pendidikan & Kebudayaan 2016-2019]. Kehadiran mantan menteri pendidikan ini menandakan dukungan pada visi Kemendikdasmen "Pendidikan Bermutu untuk Semua".
Pemimpin Umum Harian Kompas, Lilik Oetama dalam pengantar buku ini mengucapkan selamat kepada Abdul Mu’ti dan tokoh lain bahwa pendidikan adalah pondasi pembentukan manusia yang mulia.
“Suara dari Prof. Mu’ti dan para tokoh lainnya, yang mengingatkan kita, bahwa inti pendidikan tetaplah sama, yaitu membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak: manusia yang memuliakan kehidupan harus terus digemakan,” tulis Lilik Oetama. (RO/Z-1)
Membaca Al-Quran akan memberikan pengaruh spiritual lebih dalam apabila dilakukan dengan tartil, sesuai perintah dalam Al-Muzammil ayat 4.
Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah secara individual, tetapi juga memiliki dimensi sosial dalam memperkuat kerukunan dan persatuan.
ROJALI-ROHANA dalam tulisan ini bukanlah nama orang. Bukan pula pasangan suami istri. Rojali-Rohana hanyalah akronim. Rojali: rombongan jarang beli.
Abdul Mu’ti menukil buku Tom Nichols Matinya Kepakaran (The Death Of Expertise) yang menggambarkan ilmuwan itu semakin tersaingi oleh berbagai teknologi.
Pemerintah menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Di tengah derasnya arus teknologi, perhatian pada tulisan tangan terasa seperti langkah mundu
Bangsa kita telah mengalami sejarah panjang bagaimana memosisikan ujian sebagai bagian dari evaluasi hasil belajar di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved