Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi V DPR RI Fraksi PDIP, Irine Roba mendesak pemerintah pusat segera menetapkan bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat sebagai bencana nasional.
Menurut Irine, skala kerusakan dan jumlah korban sudah cukup besar mencapai lebih dari 800 orang meninggal. Menurutnya,penetapan status bencana nasional tidak perlu lagi menunggu dampak yang lebih parah.
"582,540 mengungsi, 260 fasilitas umum terdampak, 40 jembatan dan 70 ruas jalanan rusak berat, saya rasa tepat jika pemerintah menetapkan status bencana nasional pada bencana yang terjadi di Sumatra. Apalagi yang ditunggu?"
Irine menyoroti kondisi pengungsian di berbagai daerah yang masih kekurangan logistik dasar, air bersih, dan layanan medis.
"Sudah ada lebih dari 500 ribu orang yang mengungsi dan puluhan ribu keluarga kehilangan tempat tinggal. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak lokasi-lokasi pengungsian yang minim logistik serta akses air bersih dan layanan medis yang terbatas," ujarnya.
Irine menjelaskan bahwa perubahan status menjadi bencana nasional akan memberi banyak manfaat, terutama dalam mempercepat penanganan.
"Salah satu manfaat utama adalah pemerintah pusat dapat memprioritaskan bantuan. Saat status darurat nasional ditetapkan, alokasi anggaran bisa dilakukan secara cepat untuk menyalurkan bantuan, memperbaiki infrastruktur, dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak. Dalam artian, ketika pemerintah pusat turun tangan, proses bantuan bisa lebih cepat dan menyeluruh," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan tenaga dan sumber daya manusia dari pusat agar penanggulangan di lapangan berlangsung lebih efektif.
"Selain itu, status darurat mempermudah koordinasi bantuan di lapangan. Pemerintah pusat bisa menurunkan personel mulai dari relawan, polisi hingga aparat militer untuk memastikan bantuan sampai ke wilayah yang sulit dijangkau," lanjutnya
Irine menyebutkan bahwa banyak daerah terdampak tidak memiliki cukup alat berat, logistik, maupun dana tanggap darurat sehingga membutuhkan kendali dan intervensi dari pemerintah pusat.
"Berdasarkan kondisi yang ada di lapangan saat ini di mana alat berat, logistik dan SDM yang sangat terbatas dan juga berbagai daerah tidak memiliki dana tanggap darurat, membutuhkan dukungan dan kendali dari pusat."
Irine kembali menegaskan bahwa penetapan status bencana nasional bukan hanya persoalan administratif, melainkan berkaitan langsung dengan keselamatan warga.
"ini bukan hanya sekedar status, melainkan soal akses para korban terhadap bantuan, kecepatan evakuasi daerah yang terdampak dan kepastian pemulihan. Sehingga saya berharap pemerintah segera menetapkan status bencana nasional pada bencana yang terjadi di Sumatra," ujarnya. (P-4)
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani bencana di sejumlah wilayah Sumatra, meskipun peristiwa tersebut tidak ditetapkan sebagai bencana nasional.
PERKUMPULAN Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI) menyampaikan sikap terkait penanganan banjir dan longsor yang melanda Sumatra.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah dilakukan skala nasional sejak 26 November 2025
Seskab Teddy Indra Wijaya menepis kritik lambatnya penanganan bencana di Sumatera. Ia tegaskan pemerintah bergerak cepat tanpa sorot kamera.
Hal tersebut diperoleh Evello setelah menganalisis narasi dari 11.706 video di Tiktok, 9.173 unggahan di Instagram dan 18.371 unggahan video Youtube.
Jumlah korban jiwa banjir Sumatra mencapai 1.053 jiwa. Sementara bencana akibat Siklon Senyar menyebabkan 10 korban jiwa di Malaysia, dan 20 korban jiwa di Thailand.
Sucor Asset Management (Sucor AM) menyalurkan 2.000 paket bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatra.
KETUA Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan membantah kabar yang menyebut rencana pembatalan pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Tambang Emas Martabe.
Penghitungan kerusakan didasarkan pada kerusakan ruang esensial seperti ruang kelas, perpustakaan, ruang administrasi, dan ruang kepala sekolah.
NASIB anak-anak sekolah di lokasi banjir bandang Sumatra bagaikan setelah terjatuh, lalu tertimpa tangga.
Perbaikan difokuskan pada ruas Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, yang mengalami kerusakan parah akibat bencana alam pada 25 November 2025 lalu.
Pasalnya sudah hampir tiga bulan usai bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Sumatra, sekolah-sekolah di lokasi itu masih harus belajar berlantai terpal plastik di tenda darurat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved