Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya angkat bicara mengenai anggapan publik terkait lambatnya penanganan bencana di tiga provinsi di Sumatra, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Menepis kritik tersebut, Teddy menegaskan bahwa pemerintah, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, telah bergerak cepat dan masif sejak hari pertama bencana yang diakibatkan hujan deras dan longsor pada akhir November 2025.
Berikut poin-poin pernyataan Seskab Teddy:
Teddy menjelaskan bahwa pemerintah langsung bergerak cepat. Sejak hujan ekstrem melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat pada 24–26 November 2025, seluruh unsur TNI, Polri, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, serta masyarakat langsung bergerak melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
"Sejak hari pertama, saya pastikan sudah berjuang keras secepat mungkin di sana," kata Teddy, Jumat (19/12).
Dalam penanganan bencana ini, lebih dari 50.000 personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, serta para relawan telah dikerahkan ke lokasi terdampak untuk membantu evakuasi, penyaluran bantuan, dan pemulihan. Selain itu, pemerintah pusat juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp60 triliun dari anggaran pusat. "Disampaikan Rp 60 triliun sudah dikeluarkan secara berangsur untuk membangun kembali rumah sementara, rumah hunian tetap, fasilitas semuanya, gedung DPRD, kecamatan juga," kata Teddy
Ia juga menyayangkan masih adanya pihak-pihak yang terus saja membahas status bencana nasional, di tengah upaya masif yang telah dilakukan pemerintah. Penekanan pada mobilisasi besar ini menunjukkan bahwa respons pemerintah sudah berskala nasional, tanpa harus menunggu penetapan status formal, demi memastikan bantuan cepat sampai ke masyarakat.
Menurut Teddy, seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk mempercepat pemulihan di tiga provinsi di Sumatra. Namun, ia menegaskan bahwa proses pemulihan memang membutuhkan waktu. Seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, terus bekerja keras memulihkan kondisi wilayah terdampak.
"Semuanya sudah digerakkan ke sana. Perlu waktu, makanya kita sama-sama. Begitu ya. Jembatan banyak putus, jalan banyak putus, berangsur-angsur disambung. Jembatan sudah langsung dibuktikan, satu minggu, 7 sampai 10 hari jadi. Itu yang kerja bukan satu dua orang. Semua warga di situ kerja," kata Teddy.
Seskab Teddy juga menyoroti bahwa banyak pekerjaan penanganan di lapangan sejak hari pertama bencana yang dilakukan tanpa ada sorotan kamera atau media "Yang di lapangan ini, seluruh petugas TNI, Polri, Basarnas, yang disampaikan Pak Panglima TNI, BNPB daerah, semuanya di detik pertama, hari pertama (bencana), tanpa kamera," .
Menanggapi berbagai tanggapan publik, Teddy menyampaikan pesan penting mengenai niat dan tujuan dalam membantu sesama. Teddy mengimbau masyarakat agar bersikap bijak dan tidak memperkeruh keadaan dengan menggiring opini seolah-olah pemerintah tidak bekerja.
Ia menekankan bahwa siapa pun yang memiliki pengaruh, baik kecil maupun besar, serta kemampuan untuk menyampaikan pendapat di ruang publik, sebaiknya menggunakan peran tersebut secara bertanggung jawab.
"Jadi, kalau ada di antara saudara-saudara yang dianugerahkan Tuhan punya pengaruh, entah itu kecil atau besar, dan punya kemampuan untuk berbicara panjang lebar, gunakanlah dengan bijak," ujar Teddy.
"Kalau niat bantu, ayo sama-sama. Hibur warga. Timbulkan optimisme. Bikin ketawa. Timbulkan senyum. Timbulkan keyakinan. Oke? Saya rasa itu. Sekali lagi, ayo kita saling bantu, saling jaga, saling dukung, sebarkan energi positif," ujarnya. (P-4)
Pemulihan pascabencana dapat berjalan karena kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan disebut saling bahu-membahu.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan helikopter pribadi ke Aceh sejak pekan pertama bencana Sumatra.
Sedikitnya 12 jembatan yang membentang dengan lebar sungai hingga 50 meter, bahkan 180 meter di Bireun, Aceh, saat ini sudah tersambung kembali.
Bantuan langsung tunai (BLT) untuk para korban bencana Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan bahwa dalam dua pekan terakhir telah berhasil membangun 11 unit jembatan bailey dengan kapasitas beban 30–50 ton.
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani bencana di sejumlah wilayah Sumatra, meskipun peristiwa tersebut tidak ditetapkan sebagai bencana nasional.
PERKUMPULAN Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI) menyampaikan sikap terkait penanganan banjir dan longsor yang melanda Sumatra.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah dilakukan skala nasional sejak 26 November 2025
Hal tersebut diperoleh Evello setelah menganalisis narasi dari 11.706 video di Tiktok, 9.173 unggahan di Instagram dan 18.371 unggahan video Youtube.
Jumlah korban jiwa banjir Sumatra mencapai 1.053 jiwa. Sementara bencana akibat Siklon Senyar menyebabkan 10 korban jiwa di Malaysia, dan 20 korban jiwa di Thailand.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved