Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Penanganan Bencana di Sumatra, Seskab Sebut dalam Satu Bulan Hasilnya Konkret

Cahya Mulyana
29/12/2025 17:07
Penanganan Bencana di Sumatra, Seskab Sebut dalam Satu Bulan Hasilnya Konkret
Seskab Teddy (kedua kiri)(Antara)

SEKRETARIS Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan upaya pemerintah melakukan pemulihan pascabencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, seperti pembangunan kembali jembatan dan jalan nasional, hingga rumah sakit dan puskesmas yang kembali beroperasi.

Seskab Teddy merinci bahwa bencana banjir dan longsor pada akhir November 2026 yang melanda tiga provinsi itu berdampak pada 52 kabupaten, dan menyebabkan 78 jalan nasional putus.

"Per satu bulan, dari 78 (jalan nasional putus), tinggal enam (jalan) yang masih proses penyambungan. Empat titik di Aceh, dan ada di Sumbar, dan di Sumut," kata Teddy dalam konferensi pers pemulihan pascabencana di Posko Terpadu Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12).

Teddy menjelaskan bahwa sedikitnya 12 jembatan yang membentang dengan lebar sungai hingga 50 meter, bahkan 180 meter di Bireun, Aceh, saat ini sudah tersambung kembali.

Seskab Teddy menegaskan bahwa jembatan menjadi prioritas agar jalur distribusi logistik kembali terbuka.

"Kenapa jembatan yang utama kita fokus, selain yang lainnya? Karena agar bisa jalur logistik masuk, tembus antarkabupaten, antarprovinsi. Yang belum tembus kita pakai bantuan udara," katanya.

 

Di sektor perumahan, Seskab menambahkan bahwa pemerintah memastikan pembangunan hunian bagi warga terdampak terus dikebut dalam waktu singkat. Dalam satu bulan ke depan, setidaknya ada 600 rumah hunian yang sudah terbangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta 450 hunian dari BNPB.

Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan kepada Kepala Danantara membangun 15 ribu hunian.

Di bidang kesehatan, Seskab Teddy menyampaikan bahwa layanan sejumlah rumah sakit telah kembali beroperasi secara menyeluruh setelah 87 rumah sakit lumpuh akibat bencana.

"Dalam satu bulan ini, 87 (rumah sakit) itu semuanya sudah bisa melayani pasien. Ada yang belum sempurna, tapi yang pasti dari 87 itu semuanya sudah bisa pasien datang, diobati, seperti itu. Kemudian ada 867 puskesmas yang lumpuh. Sekarang satu bulan tinggal delapan yang belum beroperasi," kata Seskab.

Lebih lanjut, Seskab Teddy menyampaikan bahwa sektor pendidikan dan perekonomian, termasuk pasar rakyat mulai kembali beroperasi di wilayah terdampak.

Menurut Teddy, kecepatan pemulihan itu tidak terlepas dari arahan Presiden Prabowo Subianto sejak awal masa tanggap darurat. Selain itu, keberhasilan pemulihan satu bulan pertama tersebut merupakan hasil semangat kebersamaan seluruh elemen di lapangan.

"Bapak Presiden dari awal menginstruksikan kepada semuanya, agar secepat mungkin lakukan dengan segera untuk pemulihan. Ya ini hasilnya. Kenapa bisa? Karena di lapangan para petugas dan warga nyatanya itu sama-sama, saling bantu, saling kerja sama, gotong royong semua. Petugas, warga, relawan, jadi satu semua," kata Seskab.

Pemulihan satu bulan pertama ini menjadi pondasi penting menuju fase rekonstruksi jangka menengah dan panjang. Pemerintah memastikan langkah-langkah lanjutan akan terus dilakukan agar masyarakat terdampak pulih dan bangkit kembali. (Ant/P-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik